Trauma, BPBD: Korban gempa Adonara NTT masih pilih tidur di luar rumah
Trauma, BPBD: Korban gempa Adonara NTT masih pilih tidur di luar rumah

Trauma, BPBD: Korban gempa Adonara NTT masih pilih tidur di luar rumah

Frankenstein45.Com – 13 April 2026 | Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, mengungkapkan bahwa sebagian besar warga yang terdampak gempa bumi di Pulau Adonara masih memilih untuk menginap di luar rumah meskipun bantuan perumahan telah disalurkan. Menurut data BPBD, lebih dari 70 persen keluarga korban mengaku masih merasa tidak aman untuk kembali ke hunian yang sebelumnya mereka tinggali.

Gempa berkekuatan 6,2 skala Richter yang mengguncang Adonara pada tanggal 19 Maret 2024 menyebabkan ribuan bangunan roboh atau rusak parah. Selain kehilangan tempat tinggal, banyak korban mengalami trauma psikologis yang membuat mereka ragu menempati kembali rumah yang dianggap berbahaya.

“Kami masih takut akan gempa susulan. Bahkan jika dinding sudah diperbaiki, rasa khawatir akan kembali runtuh masih menghinggapi kami,” ujar seorang warga perempuan yang menolak disebutkan namanya. Kondisi serupa dirasakan oleh keluarga lain yang kehilangan anggota keluarga dalam bencana tersebut.

BPBD mencatat beberapa faktor utama yang memicu keputusan warga untuk tetap menginap di luar rumah:

  • Kekhawatiran akan gempa susulan yang belum terdeteksi.
  • Kerusakan struktural pada rumah yang belum sepenuhnya dinilai aman.
  • Kurangnya pemahaman tentang prosedur keselamatan pasca gempa.
  • Trauma psikologis yang belum ditangani secara memadai.

Untuk mengatasi situasi ini, BPBD bersama lembaga kemanusiaan setempat merencanakan serangkaian langkah, antara lain:

  1. Penyuluhan psikososial bagi korban melalui tim konselor.
  2. Inspeksi teknis menyeluruh terhadap rumah yang sudah diperbaiki.
  3. Penyediaan tempat penampungan sementara yang dilengkapi fasilitas dasar.
  4. Pembentukan forum warga untuk berbagi informasi dan pengalaman.

Selain itu, BPBD menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam proses rehabilitasi. “Kami mengajak warga untuk bersama-sama memantau kondisi rumah dan melaporkan segala kejanggalan kepada tim kami,” kata Kepala BPBD Kabupaten Flores Timur.

Dengan upaya terpadu antara pemerintah, LSM, dan masyarakat, diharapkan rasa aman dapat kembali terbangun dan korban gempa Adonara dapat pulang ke rumah dengan tenang.