Frankenstein45.Com – 19 April 2026 | Probolinggo – Sebuah tragedi menimpa jalur selatan Probolinggo pada Minggu (19/4/2026) ketika sebuah truk trailer bermuatan triplek mengalami rem blong dan menabrak empat kendaraan di perlintasan kereta api Desa Malasan Wetan, Kecamatan Tegal Siwalan. Insiden tersebut menewaskan empat orang dan melukai satu orang dalam kondisi kritis.
Kronologi Kejadian
Menurut keterangan resmi dari Kantor Kepala Satuan Pengendalian Lalu Lintas (Kanit Gakkum) Satlantas Polres Probolinggo, Iptu Aditya Wikrama, truk tersebut melaju dari arah Lumajang menuju Probolinggo. Saat mendekati perlintasan kereta api yang pintunya sedang ditutup, truk kehilangan kendali karena diduga remnya tidak berfungsi. Akibatnya, truk menghantam empat kendaraan yang sedang mengantre menunggu kereta melintas.
Empat korban tewas merupakan anggota satu keluarga yang berada di dalam mobil sedan Toyota Vios, terdiri dari ayah, ibu, balita, dan seorang nenek. Sementara itu, sopir pikap Grand Max yang berada di antara kendaraan yang tertabrak mengalami luka berat dan kini dirawat intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah dr. Moch Saleh.
Penanganan di Lokasi
Petugas kepolisian dan tim pemadam kebakaran segera melakukan evakuasi korban serta mengamankan area kecelakaan. Karena kendaraan masih terdampar di tengah jalan, satu jalur lalu lintas ditutup dan sistem buka‑tutup diterapkan. Arus kendaraan dari dua arah dialihkan ke satu jalur secara bergantian untuk mengurangi kemacetan.
Polisi juga mengatur lalu lintas di sekitar lokasi kejadian, mengimbau pengendara untuk berhati‑hati dan mematuhi arahan petugas. Proses olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) masih berlangsung untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.
Upaya Penyelamatan dan Penanganan Korban
- Empat jenazah telah dievakuasi ke kamar jenazah RSUD dr. Moch Saleh.
- Sopir Grand Max dirawat di ruang ICU dengan luka berat.
- Tim medis melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap kondisi kritis korban lainnya.
Reaksi Masyarakat dan Pemerintah
Masyarakat sekitar menyatakan keprihatinan mendalam atas tragedi ini, menyoroti pentingnya pemeriksaan rutin pada kendaraan angkut berat, khususnya sistem rem. Pemerintah daerah setempat berjanji akan meningkatkan pengawasan terhadap kendaraan komersial yang melintasi wilayahnya.
Selain itu, pihak kepolisian menegaskan bahwa penyelidikan akan berlanjut untuk menindak pelanggaran keselamatan yang mungkin terjadi, termasuk memastikan apakah truk tersebut memiliki surat izin mengemudi dan surat jalan yang sah.
Langkah Preventif Kedepan
Insiden ini menjadi pengingat akan pentingnya pemeliharaan kendaraan, terutama pada komponen kritis seperti rem. Diharapkan operator transportasi akan lebih disiplin dalam melakukan servis berkala serta mematuhi peraturan lalu lintas, khususnya di wilayah perlintasan kereta api yang rawan kecelakaan.
Dengan berakhirnya proses evakuasi dan penutupan sementara jalur, diharapkan arus lalu lintas dapat kembali normal. Namun, pihak berwenang tetap akan memantau kondisi jalan dan memastikan tidak terjadi lagi insiden serupa di masa mendatang.




