Frankenstein45.Com – 20 Juni 2026 | Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, baru-baru ini mengklaim bahwa Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, meminta dia untuk berfoto bersamanya. Dalam sebuah wawancara, Trump mengatakan, “Dia memohon kepada saya untuk berfoto dengannya. Saya merasa kasihan padanya.” Pernyataan tersebut segera memicu reaksi keras dari Meloni, yang menegaskan bahwa tuduhan itu tidak benar dan dibuat‑buat.
Meloni, yang menjabat sejak Oktober 2022, menanggapi melalui akun resmi media sosialnya dengan menyebut klaim tersebut sebagai fitnah. Ia menambahkan bahwa tidak ada permintaan resmi ataupun informal dari pihaknya untuk berfoto dengan Trump, dan menuduh Presiden Amerika Serikat tersebut menciptakan narasi palsu demi kepentingan politik.
Komunitas politik di kedua negara menilai pernyataan ini sebagai contoh retorika yang dapat memperkeruh hubungan diplomatik. Analis menilai bahwa Trump mungkin mencoba menonjolkan dirinya dengan menampilkan “kedekatan” dengan pemimpin Eropa, sementara Meloni berusaha menjaga citra pemerintahannya yang independen.
- Trump menyebutkan permintaan foto dalam sebuah wawancara televisi pada tanggal …
- Meloni membantah secara tegas melalui pernyataan tertulis pada platform X.
- Kementerian Luar Negeri Italia belum memberikan komentar resmi.
Sejumlah media internasional melaporkan bahwa belum ada bukti dokumenter yang mendukung klaim Trump. Faktualitas pernyataan tersebut masih dipertanyakan, dan pihak‑pihak terkait diharapkan memberikan klarifikasi lebih lanjut.
Insiden ini menambah daftar kontroversi yang melibatkan Trump sejak akhir masa jabatannya, serta menyoroti sensitivitas hubungan Amerika Serikat dengan pemerintah Italia yang baru saja mengalami pergantian kepemimpinan.




