Frankenstein45.Com – 14 Juni 2026 | Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani memorandum pada Jumat, 12 Juni 2024, yang memperkenalkan pedoman keamanan siber baru bagi sistem rahasia negara. Pedoman ini dirancang untuk memperkuat perlindungan data sensitif dari ancaman siber yang semakin kompleks.
- Peningkatan enkripsi end‑to‑end untuk semua jaringan internal yang menangani informasi klasifikasi tinggi.
- Penerapan autentikasi multifaktor wajib bagi seluruh pegawai yang memiliki akses ke sistem rahasia.
- Audit keamanan berkala setiap enam bulan oleh badan independen yang ditunjuk.
- Pengembangan program pelatihan siber intensif bagi personel militer dan sipil yang terlibat dalam pengelolaan data rahasia.
- Penegakan sanksi tegas terhadap pelanggaran kebijakan, termasuk pencabutan akses dan tindakan hukum.
Memorandum ini juga menekankan pentingnya kolaborasi antara Departemen Pertahanan, Badan Keamanan Nasional, dan agensi intelijen lain untuk berbagi intelijen ancaman secara real‑time.
Reaksi awal dari komunitas keamanan siber menunjukkan apresiasi terhadap langkah-langkah yang lebih ketat, meski beberapa pakar mengingatkan perlunya pendanaan yang cukup untuk mengimplementasikan teknologi terbaru.
Dengan pedoman baru ini, pemerintah Amerika Serikat berharap dapat menutup celah keamanan yang selama ini menjadi titik masuk bagi peretas asing, serta memastikan bahwa sistem rahasia tetap terlindungi dalam era digital yang terus berubah.




