Komisi V DPR minta perlintasan sebidang KAI dievaluasi menyeluruh
Komisi V DPR minta perlintasan sebidang KAI dievaluasi menyeluruh

Komisi V DPR minta perlintasan sebidang KAI dievaluasi menyeluruh

Frankenstein45.Com – 14 Juni 2026 | Komisi V DPR RI mengajukan permintaan kepada Kementerian Perhubungan bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap semua perlintasan sebidang yang berada di bawah pengelolaan KAI. Permintaan tersebut muncul setelah serangkaian kecelakaan yang menelan korban jiwa dan luka-luka pada tahun lalu.

Dalam rapat koordinasi, anggota Komisi V menekankan bahwa perlintasan sebidang masih banyak yang belum dilengkapi dengan peralatan keselamatan modern, seperti alarm kedatangan kereta, pintu gerbang otomatis, atau sistem deteksi kendaraan. Mereka menilai bahwa kurangnya fasilitas tersebut meningkatkan risiko tabrakan antara kereta dan kendaraan maupun pejalan kaki.

Berikut data kecelakaan yang disampaikan oleh Komisi V dalam rapat tersebut:

  • Jumlah kecelakaan di perlintasan sebidang selama 12 bulan terakhir: 27 kejadian
  • Korban meninggal: 12 orang
  • Korban luka-luka berat: 35 orang

Untuk menanggulangi permasalahan ini, Komisi V mengusulkan beberapa langkah konkret, antara lain:

  1. Audit teknis menyeluruh pada seluruh perlintasan sebidang KAI.
  2. Pemasangan perangkat peringatan dini seperti alarm dan sinyal visual.
  3. Implementasi pintu gerbang otomatis pada perlintasan dengan tingkat risiko tinggi.
  4. Peningkatan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat sekitar perlintasan.
  5. Peninjauan ulang regulasi dan prosedur operasional terkait keselamatan perlintasan.

Kementerian Perhubungan dan PT KAI menyatakan kesediaannya untuk menindaklanjuti permintaan tersebut. Kedua pihak berkomitmen melakukan survei lapangan, melibatkan pakar transportasi, serta menyusun rekomendasi kebijakan yang dapat diimplementasikan dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Diharapkan, dengan evaluasi dan perbaikan yang komprehensif, tingkat kecelakaan di perlintasan sebidang dapat berkurang signifikan, sehingga meningkatkan rasa aman bagi pengguna jalan dan menumbuhkan kepercayaan publik terhadap layanan kereta api nasional.