Frankenstein45.Com – 20 Juni 2026 | Ubedilah Badrin, tokoh mahasiswa yang dikenal aktif dalam aksi-aksi kampus, mengemukakan pendapatnya bahwa gerakan mahasiswa yang kembali muncul akhir-akhir ini masih bersifat murni dan tidak dimanfaatkan oleh kepentingan politik tertentu. Menurutnya, semangat kebangkitan mahasiswa kini lebih ditujukan pada tuntutan hak-hak pendidikan, keadilan sosial, dan transparansi kebijakan publik.
Ia menegaskan bahwa meski terdapat tekanan dari beberapa pihak untuk mengarahkan gerakan ini ke jalur partisan, mayoritas mahasiswa tetap fokus pada agenda-agenda struktural yang menyangkut kualitas pendidikan, beban biaya kuliah, serta kebebasan berpendapat di lingkungan kampus. Ubedilah menambahkan bahwa dinamika politik memang tidak dapat dipisahkan sepenuhnya dari aksi sosial, namun hal itu tidak berarti bahwa gerakan mahasiswa dijadikan alat kampanye atau kepentingan partai politik.
Berikut beberapa poin utama yang disampaikan Ubedilah Badrin dalam keterangannya:
- Gerakan mahasiswa saat ini berlandaskan pada isu-isu kebijakan pendidikan dan hak-hak mahasiswa.
- Mayoritas aksi dilakukan secara damai dan terorganisir, mengedepankan dialog dengan pihak berwenang.
- Upaya politisasi gerakan oleh pihak eksternal masih terbatas dan belum mempengaruhi inti perjuangan mahasiswa.
- Mahasiswa tetap menolak penggunaan simbol atau slogan yang bersifat partisan.
Ubedilah juga menyoroti pentingnya peran media sosial sebagai sarana penyebaran informasi yang cepat namun menekankan bahwa verifikasi fakta tetap menjadi tanggung jawab bersama. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah, untuk mendengarkan aspirasi mahasiswa secara serius tanpa memfilter melalui lensa politik.
Secara keseluruhan, pernyataan ini mencerminkan optimisme bahwa gerakan mahasiswa dapat tetap independen, berfokus pada reformasi struktural, dan tidak terjerumus dalam persaingan politik yang dapat mengaburkan tujuan utama mereka.




