Frankenstein45.Com – 14 Juni 2026 | Uni Emirat Arab (UEA) secara resmi menolak laporan media yang menyatakan bahwa negara tersebut telah memindahkan sebagian aset Iran senilai tiga miliar dolar Amerika Serikat (sekitar Rp53,3 triliun) ke ibu kota Tehran.
Pernyataan ditujukan kepada publik melalui Kementerian Luar Negeri UEA pada hari Rabu, menegaskan bahwa tidak ada transaksi semacam itu dan bahwa semua hubungan keuangan antara kedua negara tetap berada dalam kerangka hukum internasional serta peraturan sanksi yang berlaku.
Berita tersebut pertama kali muncul di portal berita Republika.co.id dengan mengutip sumber yang tidak disebutkan secara jelas. UEA menegaskan bahwa laporan itu tidak berdasar dan meminta media untuk melakukan verifikasi sebelum mempublikasikan informasi sensitif.
- UEA menolak keras tuduhan transfer aset senilai US$3 miliar.
- Semua transaksi keuangan antara UEA dan Iran harus mematuhi sanksi internasional yang diberlakukan oleh PBB dan Amerika Serikat.
- Pihak berwenang UEA menyatakan tidak ada perintah atau izin resmi untuk memindahkan aset tersebut.
- Iran belum memberikan komentar resmi mengenai pernyataan penolakan tersebut.
Isu transfer aset Iran menjadi sensitif karena hubungan ekonomi kedua negara telah lama berada di bawah pengawasan ketat akibat sanksi Barat terhadap program nuklir Tehran. Jika benar terjadi, transfer sebesar itu dapat menimbulkan pertanyaan mengenai kepatuhan UEA terhadap rezim sanksi.
Para pengamat menilai bahwa penolakan resmi UEA merupakan langkah untuk menghindari potensi diplomatik yang merugikan, terutama mengingat peran UEA sebagai hub keuangan regional yang sering menjadi sorotan dalam isu-isu sanksi.
Hingga saat ini, tidak ada bukti independen yang mengkonfirmasi adanya transfer aset tersebut. Pemerintah UEA menegaskan komitmennya untuk tetap beroperasi sesuai dengan standar internasional dan menolak semua tuduhan yang tidak memiliki dasar faktual.




