Underpass Lebih Realistis untuk Tekan Risiko Kecelakaan di Perlintasan
Underpass Lebih Realistis untuk Tekan Risiko Kecelakaan di Perlintasan

Underpass Lebih Realistis untuk Tekan Risiko Kecelakaan di Perlintasan

Frankenstein45.Com – 05 Mei 2026 | Pengamat transportasi Ki Darmaningtyas menilai bahwa pembangunan jalan bawah tanah (underpass) merupakan solusi yang lebih realistis dibandingkan dengan jalur layang (flyover) dalam upaya menurunkan angka kecelakaan di perlintasan sebidang.

Berbagai faktor mendukung pandangannya. Pertama, underpass memungkinkan aliran kendaraan tetap lurus tanpa harus menurunkan kecepatan untuk menyesuaikan dengan elevasi struktur di atas. Kedua, ruang vertikal yang terbatas pada banyak wilayah perkotaan membuat pembuatan flyover menjadi mahal dan memakan waktu lama.

  • Keamanan: Dengan memisahkan lintasan pejalan kaki dan kendaraan secara fisik, risiko tabrakan pada titik pertemuan berkurang drastis.
  • Efisiensi Lalu Lintas: Kendaraan tidak lagi harus menunggu giliran menyeberang, sehingga waktu tempuh berkurang.
  • Ruang Publik: Area di atas underpass dapat dimanfaatkan untuk taman kota atau fasilitas publik lain.

Namun, tidak semua kondisi cocok untuk pembangunan underpass. Dibutuhkan analisis geoteknik yang matang, terutama di daerah dengan tanah lunak atau tingkat air tanah tinggi. Berikut adalah perbandingan singkat antara underpass dan flyover:

Aspek Underpass Flyover
Biaya konstruksi Relatif lebih rendah pada area padat Lebih tinggi karena material struktural
Waktu pengerjaan 3–5 tahun 5–7 tahun
Gangguan lalu lintas Minimal, karena pekerjaan dapat dilakukan di malam hari Signifikan, harus menutup jalur utama
Ketahanan terhadap cuaca Terbatas pada banjir Tahan terhadap curah hujan tinggi

Dengan mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan tersebut, pemerintah daerah disarankan untuk melakukan studi kelayakan menyeluruh sebelum menentukan jenis infrastruktur yang akan dibangun. Langkah-langkah yang dapat diambil antara lain:

  1. Mengidentifikasi titik perlintasan dengan tingkat kecelakaan tertinggi.
  2. Melakukan survei geologi dan hidrologi untuk menilai kelayakan underpass.
  3. Menghitung biaya total termasuk pemeliharaan jangka panjang.
  4. Menyusun rencana komunikasi publik agar masyarakat memahami manfaat proyek.

Implementasi underpass yang tepat diharapkan dapat menurunkan angka kecelakaan di perlintasan sebidang secara signifikan, sekaligus meningkatkan kelancaran arus kendaraan di kawasan perkotaan.