Universitas YARSI Kembangkan Inovasi AI untuk Membantu Dokter di ICU
Universitas YARSI Kembangkan Inovasi AI untuk Membantu Dokter di ICU

Universitas YARSI Kembangkan Inovasi AI untuk Membantu Dokter di ICU

Frankenstein45.Com – 26 April 2026 | Universitas YARSI bersama tim peneliti dan mahasiswa bidang ilmu komputer serta kedokteran telah meluncurkan sebuah program inovatif berbasis kecerdasan buatan (AI) yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas perawatan di ruang perawatan intensif (ICU). Sistem AI ini dirancang untuk memberikan dukungan keputusan klinis secara real‑time, sehingga dokter dapat mengidentifikasi komplikasi kritis lebih cepat.

Fitur utama sistem meliputi pemantauan kontinu terhadap parameter vital pasien (seperti tekanan darah, denyut jantung, saturasi oksigen), analisis pola data historis, serta prediksi risiko kegagalan organ dalam kurun waktu 24 hingga 48 jam. Algoritma pembelajaran mesin yang dipakai telah dilatih menggunakan lebih dari 10.000 rekam medis ICU dari beberapa rumah sakit mitra.

Berikut rangkaian fungsi utama AI yang diimplementasikan:

  • Alert otomatis: Mengirimkan peringatan visual dan suara kepada tim medis ketika nilai vital melewati batas kritis.
  • Prediksi komplikasi: Menyajikan probabilitas terjadinya sepsis, gagal napas, atau gagal ginjal berdasarkan tren data terbaru.
  • Rekomendasi terapi: Menawarkan opsi intervensi yang telah terbukti efektif dalam studi klinis sebelumnya.

Untuk mengukur efektivitas, tim melakukan pilot study selama tiga bulan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) setempat. Hasil awal menunjukkan penurunan mortalitas pasien ICU sebesar 12% dan pengurangan waktu respons medis rata‑rata dari 15 menit menjadi 7 menit.

Parameter Sebelum AI Setelah AI
Mortalitas ICU 18% 6%
Waktu respons kritis 15 menit 7 menit
Deteksi sepsis dini 65% 89%

Direktur Fakultas Kedokteran Universitas YARSI, Prof. Dr. Ahmad Fauzi, menyatakan bahwa “Penggunaan AI di ICU bukan sekadar menambah teknologi, melainkan mempercepat proses pengambilan keputusan yang dapat menyelamatkan nyawa.” Ia menambahkan bahwa program ini akan diperluas ke tiga rumah sakit lainnya pada akhir tahun ini.

Pengembangan sistem AI ini didukung oleh dana hibah Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Riset dan Teknologi serta sponsor dari perusahaan teknologi kesehatan. Universitas YARSI berencana merilis versi komersial yang dapat diintegrasikan dengan sistem manajemen rumah sakit (HMS) secara luas dalam dua tahun ke depan.