Frankenstein45.Com – 14 Juni 2026 | Meta, raksasa teknologi asal Amerika Serikat, baru saja menyelesaikan akuisisi sebuah perusahaan yang terkait dengan platform internalnya. Sesudah proses integrasi selesai, Meta memutuskan untuk menutup akses ke sistem internal yang selama ini dikelola oleh startup asal Tiongkok, Manus.
Manus sebelumnya menyediakan solusi manajemen data, kolaborasi tim, serta infrastruktur pendukung yang dipakai oleh beberapa divisi internal Meta. Kerja sama tersebut mencakup pertukaran data teknis dan operasional yang membantu percepatan pengembangan produk.
Keputusan pemutusan akses diumumkan melalui pernyataan internal Meta yang menekankan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi privasi data dan kebijakan keamanan siber. Tekanan regulasi di Amerika Serikat, termasuk kebijakan anti‑spionase digital, menjadi faktor kunci yang memicu langkah tersebut.
- Risiko pelanggaran data lintas batas semakin tinggi ketika infrastruktur kritis dikelola oleh entitas asing.
- Regulator menuntut pemisahan jelas antara teknologi domestik dan asing untuk melindungi keamanan nasional.
- Meta berupaya menegaskan kemandirian teknologinya dengan mengurangi ketergantungan pada vendor luar.
Bagi Manus, kehilangan akses ke Meta berarti hilangnya salah satu klien korporat terbesar, yang berpotensi menurunkan pendapatan dan memaksa perusahaan untuk mencari mitra baru di pasar yang kompetitif.
Langkah serupa juga mulai terlihat di kalangan perusahaan teknologi lain, yang semakin memperketat hubungan dengan pemasok asal China dan menyesuaikan kebijakan rantai pasokan mereka demi mengurangi risiko keamanan.
Secara keseluruhan, keputusan Meta mencerminkan tren global di mana perusahaan teknologi besar menyeimbangkan inovasi dengan tekanan regulasi dan keamanan data, khususnya dalam konteks hubungan ekonomi antara Amerika Serikat dan Tiongkok.







