Frankenstein45.Com – 14 Juni 2026 | PT Kereta Api Indonesia (Persero) Group (KAI Group) memperkuat komitmen pada mobilitas urban rendah emisi dengan mengembangkan layanan berbasis listrik. Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk menurunkan tingkat emisi karbon di kota‑kota besar Indonesia.
Beberapa inisiatif utama yang diungkapkan meliputi:
- Peningkatan armada kereta listrik pada jaringan KRL Jabodetabek, dengan target menambah 120 unit kereta listrik pada tahun 2025.
- Penerapan layanan bus listrik di kota‑kota pilot seperti Surabaya, Bandung, dan Medan, bekerja sama dengan pemerintah daerah.
- Pengembangan kendaraan listrik berbasis van untuk layanan transportasi terakhir‑mile (last‑mile) yang terintegrasi dengan stasiun kereta.
- Pembangunan infrastruktur pengisian daya (charging station) di stasiun utama dan terminal bus, dengan rencana 250 titik pengisian hingga akhir 2026.
Investasi yang dialokasikan untuk program ini diperkirakan mencapai Rp 5 triliun selama tiga tahun ke depan, mencakup pembelian kendaraan, pembangunan fasilitas pengisian, serta pelatihan tenaga kerja.
KAI Group menargetkan pengurangan emisi CO2 sebesar 15 % pada sektor transportasi perkotaan nasional hingga tahun 2030. Upaya ini selaras dengan kebijakan pemerintah tentang “Roadmap Nasional Transportasi Berkelanjutan” yang menekankan pada elektrifikasi transportasi publik.
Selain itu, KAI Group juga berencana membuka program subsidi tarif bagi penumpang yang menggunakan layanan listrik, serta meningkatkan integrasi tiket digital untuk memudahkan perpindahan antar moda transportasi.
Dengan rangkaian langkah tersebut, KAI Group berharap dapat menjadi pionir dalam transisi menuju kota‑kota yang lebih bersih dan ramah lingkungan, sekaligus meningkatkan kenyamanan dan efisiensi mobilitas bagi jutaan warga Indonesia.




