Wamen LH: Penanaman bambu berpeluang ciptakan "green jobs"
Wamen LH: Penanaman bambu berpeluang ciptakan "green jobs"

Wamen LH: Penanaman bambu berpeluang ciptakan “green jobs”

Frankenstein45.Com – 14 Juni 2026 | Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Diaz Hendropriyono, menekankan bahwa penanaman bambu dapat menjadi katalisator utama dalam menciptakan lapangan kerja berkelanjutan yang disebut \”green jobs\”.

Beberapa poin utama yang disorot dalam rapat kerja terbaru meliputi:

  • Peningkatan produksi bambu hingga 1,5 juta hektar pada tahun 2025.
  • Penciptaan sekitar 250.000 lapangan kerja baru, meliputi penanaman, pemeliharaan, pengolahan, dan pemasaran.
  • Pengembangan industri bambu berbasis teknologi rendah karbon, termasuk pembuatan panel, papan, dan bahan bangunan alternatif.
  • Pelatihan bagi petani dan pelaku usaha kecil melalui program sertifikasi dan bantuan teknis.

Diaz menambahkan bahwa sektor bambu dapat berkontribusi signifikan dalam mitigasi perubahan iklim. Satu hektar bambu mampu menyerap karbon dioksida sebesar 20‑30 ton per tahun, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pohon kayu konvensional. Oleh karena itu, pemerintah mengintegrasikan program penanaman bambu ke dalam Rencana Aksi Nasional Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (RAN‑GRK).

Selain manfaat lingkungan, pengembangan industri bambu diharapkan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan. Dengan menyediakan rantai nilai yang lengkap—from penanaman hingga produk akhir—para petani dapat memperoleh pendapatan yang lebih stabil dibandingkan dengan komoditas pertanian tradisional.

Untuk memastikan keberlanjutan, BPLH berkolaborasi dengan lembaga riset, universitas, serta sektor swasta. Fokus utama kolaborasi meliputi:

Stakeholder Peran
Lembaga Riset Pengembangan varietas bambu unggul yang tahan hama
Universitas Penyediaan kurikulum pelatihan teknis
Sektor Swasta Investasi dalam pabrik pengolahan dan pemasaran produk bambu
Pemerintah Daerah Fasilitasi lahan dan insentif fiskal

Dengan sinergi tersebut, diharapkan target penciptaan \”green jobs\” melalui bambu dapat tercapai tepat waktu, sekaligus mendukung agenda pembangunan hijau Indonesia.