Frankenstein45.Com – 17 Mei 2026 | Pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama, yang membela Honda Team Asia, menghadapi hari yang penuh tantangan pada sesi kualifikasi Moto3 di Sirkuit Barcelona‑Catalunya, Montmeló, Sabtu 16 Mei 2026. Meskipun menampilkan performa menjanjikan pada sesi practice sebelumnya, Veda terpaksa memulai balapan utama pada Minggu 17 Mei dari posisi ke‑21 setelah gagal menembus Q2.
Perjalanan dari Practice ke Kualifikasi
Pada sesi practice pertama (FP1), Veda mencatatkan posisi ke‑19 dengan catatan waktu yang cukup kompetitif, namun kondisi lintasan yang kurang ideal menghambat kemampuan maksimalnya. Karena hasil practice yang tidak memuaskan, ia harus memulai kualifikasi dari babak pertama (Q1) bersama 11 pembalap lainnya.
Di Q1, Veda sempat menempati posisi empat besar pada awal sesi, menimbulkan harapan bahwa ia dapat melaju ke Q2. Namun, tekanan kompetitif dan kemacetan lalu lintas di lintasan membuat waktunya tertekan. Pada run terakhir, ia mencatatkan waktu terbaik 1 menit 47,636 detik, menempatkan dirinya di urutan ketujuh dari total 12 pembalap yang berkompetisi di Q1.
Detail Hasil Kualifikasi
| Posisi | Pembalap | Waktu |
|---|---|---|
| 1 | Valentin Perrone | 1:46,679 |
| 2 | David Munoz | 1:46,684 |
| 3 | Brian Uriarte | 1:46,698 |
| 4 | David Almansa | 1:46,720 |
| 5 | Marco Morelli | 1:46,750 |
Empat pembalap teratas Q1—Guido Pini, Alvaro Carpe, David Munoz, dan Casey O’Gorman—berhasil melaju ke Q2, meninggalkan Veda di luar zona top‑4 yang diperlukan untuk melaju ke sesi berikutnya.
Reaksi Veda dan Harapan Penggemar
Setelah sesi Q1 berakhir, Veda menyatakan kekecewaannya namun tetap optimis. Ia menilai bahwa pengalaman di lintasan Catalunya, meski tidak ideal, memberikan pelajaran berharga tentang manajemen traffic dan penyesuaian setup motor. Penggemar di Indonesia diharapkan memberikan dukungan moral melalui media sosial dan streaming live yang tersedia di platform Vidio, sehingga semangat Veda tetap terjaga menjelang balapan utama.
Strategi Balapan dari Posisi 21
Mulai dari grid ke‑21, Veda harus mengandalkan kemampuan overtaking dan konsistensi lap yang stabil. Analisis tim menunjukkan bahwa jika ia dapat menembus zona poin (posisi 15 ke atas), ia berpeluang mencetak satu poin pada akhir balapan. Keberhasilan ini akan menjadi pencapaian penting mengingat usia Veda yang baru 17 tahun dan masih berada di fase pengembangan karier Moto3.
Komentar dari Pembalap Senior
Setelah melihat performa debut Veda di seri Moto3 Prancis, dua pembalap MotoGP—Joan Mir dan Luca Marini—menyampaikan pujian. Mereka menilai Veda memiliki bakat alami dan potensi untuk berkembang lebih jauh jika mendapat dukungan teknis yang tepat. Pendapat ini menambah kepercayaan tim Honda Team Asia untuk terus mengasah kemampuan rider muda tersebut.
Dengan posisi start yang tidak menguntungkan, Veda Ega Pratama tetap menjadi sorotan utama bagi pecinta Moto3 Indonesia. Tantangan di Catalunya menjadi batu loncatan untuk menguji mental dan strategi balapnya. Semua mata kini tertuju pada performa Veda pada Minggu, ketika ia berusaha mengubah posisi 21 menjadi hasil yang lebih baik di papan skor Moto3 2026.




