Frankenstein45.Com – 05 Juli 2026 | Bank Dunia telah resmi menaikkan status Vietnam dan Filipina menjadi negara berpendapatan menengah atas per 1 Juli 2026. Kenaikan ini menjadi berita gembira bagi kedua negara yang telah mencatat pertumbuhan ekonomi yang signifikan selama beberapa tahun terakhir.
Sebelumnya, Vietnam berada dalam kategori negara berpendapatan menengah bawah sejak tahun 2009, sedangkan Filipina telah berada di kategori yang sama sejak akhir tahun 1980-an. Dengan perubahan status ini, Vietnam dan Filipina kini bergabung dengan Indonesia, Malaysia, dan Thailand sebagai negara-negara di Asia Tenggara yang memiliki status berpendapatan menengah atas.
Pendorong Kenaikan Status Ekonomi
Kenaikan status Vietnam sebagai negara berpendapatan menengah atas didorong oleh model pertumbuhan ekonominya yang berbasis ekspor. Pada tahun 2025, Pendapatan Nasional Bruto (GNI) per kapita Vietnam mencapai USD 4.970, sementara Filipina mencatat GNI per kapita sebesar USD 4.850. Kedua angka ini telah melampaui ambang batas yang ditetapkan Bank Dunia sebesar USD 4.636.
Vietnam menunjukkan pertumbuhan yang kuat dengan ekspor yang tumbuh lebih dari 15 persen pada tahun 2024 dan 2025, serta Produk Domestik Bruto (PDB) yang meningkat sekitar 7 hingga 8 persen. Sementara itu, Filipina berhasil mencatat pertumbuhan ekonomi yang merata di berbagai sektor, mencerminkan transformasi ekonomi yang tidak hanya bergantung pada satu sektor tertentu.
Reaksi Pemerintah dan Tantangan yang Dihadapi
Sekretaris Perencanaan Ekonomi Filipina, Arsenio Balisacan, mengungkapkan optimisme meskipun negara tersebut menghadapi tantangan global dan domestik. Balisacan mengatakan, “Kami terus mendorong pertumbuhan yang inklusif dan memperkuat fundamental ekonomi kami.”
Vietnam, sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan tercepat di Asia, menargetkan pertumbuhan ekonomi dua digit untuk tahun ini, didorong oleh reformasi yang lebih ramah terhadap dunia usaha dan investasi besar-besaran di sektor infrastruktur.
Dampak Terhadap Indonesia
Kenaikan status ekonomi Vietnam dan Filipina menjadi perhatian bagi Indonesia, yang sebelumnya telah lebih dulu masuk ke dalam kategori berpendapatan menengah atas. Meskipun GNI per kapita Indonesia berada di kisaran USD 4.900 hingga USD 5.000, pertumbuhan ekonomi yang stagnan dapat membuka peluang bagi Vietnam dan Filipina untuk mengejar posisi Indonesia di kawasan Asia Tenggara.
Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, menyatakan bahwa Indonesia harus memperhatikan laju pertumbuhan ekonomi agar tidak kehilangan momentum. Filipina dan Vietnam menunjukkan akselerasi pertumbuhan yang lebih agresif, dengan Filipina mencatat pertumbuhan rata-rata di kisaran 6 persen, sementara Vietnam berada di atas 6 hingga 7 persen.
Rangkuman Kenaikan Status
Kenaikan status Vietnam dan Filipina menjadi negara berpendapatan menengah atas menandakan kemajuan signifikan dalam perekonomian kedua negara. Dengan pertumbuhan yang kuat dan model ekonomi yang beragam, kedua negara ini kini memiliki potensi untuk menjadi pemain utama di kawasan Asia Tenggara dan mungkin suatu saat dapat menggeser posisi Indonesia sebagai pemimpin ekonomi di wilayah tersebut.




