Vietnam gandeng Rusia bangun PLTN pertama, proyek dipercepat
Vietnam gandeng Rusia bangun PLTN pertama, proyek dipercepat

Vietnam gandeng Rusia bangun PLTN pertama, proyek dipercepat

Frankenstein45.Com – 01 Juli 2026 | Pemerintah Vietnam mengumumkan percepatan pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) pertama di negara tersebut melalui kerja sama strategis dengan Rusia. Kesepakatan ini menandai langkah penting Vietnam dalam diversifikasi sumber energi untuk mengatasi lonjakan permintaan listrik nasional.

Rusia, melalui perusahaan energi nuklir miliknya, Rosatom, akan menyediakan teknologi, peralatan, serta dukungan teknis. Kedua negara sepakat mempercepat tahapan perizinan, konstruksi, dan pengoperasian sehingga target penyelesaian dipercepat menjadi 2030, dibandingkan rencana awal 2035.

Beberapa poin utama dari proyek ini antara lain:

  • Lokasi: Kawasan pantai Ninh Thuận, provinsi selatan Vietnam, dipilih karena kondisi geologis yang mendukung dan kedekatan dengan jaringan transmisi utama.
  • Kapasitas: PLTN direncanakan memiliki dua unit reaktor dengan total kapasitas sekitar 2.000 megawatt (MW), cukup untuk memasok listrik bagi lebih dari 10 juta rumah tangga.
  • Investasi: Total biaya proyek diperkirakan mencapai US$7‑8 miliar, dengan sebagian besar dana disalurkan melalui kemitraan publik‑swasta dan dukungan keuangan dari lembaga pembiayaan Rusia.
  • Teknologi: Menggunakan reaktor generasi ketiga (Gen‑III+) yang memiliki fitur keamanan pasif, memperkecil risiko kecelakaan dan meminimalkan limbah radioaktif.
  • Jadwal: Tahap persiapan dan studi kelayakan selesai pada akhir 2024, konstruksi dimulai awal 2025, dan pengoperasian diperkirakan mulai pada akhir 2029.

Pejabat tinggi Vietnam menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar menambah kapasitas listrik, tetapi juga meningkatkan kemandirian energi nasional dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil serta impor listrik. Sementara itu, Rusia melihat peluang untuk memperluas pasar teknologi nuklirnya di Asia Tenggara.

Pengembangan PLTN pertama ini diharapkan menjadi contoh bagi negara-negara ASEAN lain yang tengah mempertimbangkan energi nuklir sebagai opsi jangka panjang. Pemerintah Vietnam berjanji akan menjaga standar keselamatan internasional, mengacu pada regulasi Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dan mengadakan pelatihan intensif bagi tenaga kerja lokal.

Dengan percepatan ini, Vietnam berharap dapat mengatasi tantangan pasokan listrik yang kerap muncul pada musim panas dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang semakin bergantung pada energi bersih dan berkelanjutan.