Frankenstein45.Com – 04 Juli 2026 | Sosiolog Universitas Gadjah Mada (UGM) menilai bahwa wacana penyeragaman kemasan rokok oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melupakan aspek ekonomi dan sosial kultural. Kebijakan ini mungkin memiliki dampak signifikan di Indonesia.
Penyeragaman kemasan rokok bertujuan untuk mengurangi kemudahan konsumsi rokok, terutama bagi anak muda. Namun, beberapa sosiolog berpikir bahwa kebijakan ini terlalu sederhana dan tidak mempertimbangkan keragaman budaya dan ekonomi masyarakat Indonesia.
Baca juga:
- Ekonomi: Penyeragaman kemasan rokok dapat berdampak pada industri rokok itu sendiri. Banyak perusahaan rokok yang telah menginvestasikan uang untuk mendesain kemasan yang menarik dan unik. Jika kemasan rokok di seragamkan, maka perusahaan-perusahaan ini mungkin akan kehilangan peluang untuk berinovasi dan meningkatkan penjualan.
- Sosial Kultural: Kemasan rokok seringkali menjadi bagian dari identitas budaya suatu masyarakat. Contohnya, kemasan rokok yang menggunakan motif tradisional dapat menjadi simbol kebanggaan bagi suatu komunitas. Dengan menyeragamkan kemasan rokok, maka identitas budaya ini mungkin akan terlupakan.
Baca juga:




