Wamenbud: Tabuik Jiwa Masyarakat Pariaman
Wamenbud: Tabuik Jiwa Masyarakat Pariaman

Wamenbud: Tabuik Jiwa Masyarakat Pariaman

Frankenstein45.Com – 29 Juni 2026 | Wakil Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Giring Ganesha, menegaskan bahwa Tabuik bukan sekadar tradisi tahunan melainkan cerminan jiwa masyarakat Pariaman. Menurutnya, perayaan ini menyatukan nilai spiritual, sejarah, dan identitas budaya yang telah diwariskan turun‑temurun.

Makna Spiritual Tabuik

Tabuik dipandang sebagai simbol perjuangan dan pengorbanan yang dihayati oleh warga Pariaman. Upacara tahlilan, prosesi, serta musik tradisional menjadi media ekspresi keagamaan dan rasa kebersamaan.

Pentingnya Pelestarian

Giring Ganesha menekankan bahwa pemerintah akan terus mendukung upaya pelestarian Tabuik melalui pendanaan, pelatihan generasi muda, dan promosi budaya di tingkat nasional. Ia berharap tradisi ini tetap relevan di tengah arus modernisasi.

  • Penguatan peran tokoh adat dalam mengorganisir acara.
  • Penyediaan sarana dan prasarana yang aman bagi peserta.
  • Pendidikan budaya Tabuik di sekolah‑sekolah lokal.
  • Peningkatan riset dan dokumentasi sejarah Tabuik.

Dengan komitmen tersebut, diharapkan Tabuik terus menjadi jiwa yang mengikat masyarakat Pariaman serta memperkaya khazanah budaya Indonesia.