Frankenstein45.Com – 28 April 2026 | Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri, mengungkapkan bahwa pemerintah tengah meninjau kemungkinan memberikan subsidi kepada industri plastik. Kebijakan ini diharapkan dapat menstimulasi produksi domestik, mengurangi ketergantungan pada impor, serta mendukung transisi ke bahan yang lebih ramah lingkungan.
- Pengumpulan data produksi dan konsumsi plastik nasional.
- Analisis biaya‑manfaat terhadap skema subsidi yang diusulkan.
- Konsultasi dengan asosiasi industri, LSM lingkungan, dan lembaga keuangan.
Jika disetujui, subsidi dapat berupa potongan pajak, bantuan langsung, atau akses kredit bersubsidi bagi pelaku usaha yang memenuhi kriteria. Pemerintah menargetkan agar bantuan tersebut mendorong penggunaan bahan baku daur ulang serta inovasi produk yang mengurangi jejak karbon.
Namun, Wamendag juga menekankan perlunya kontrol ketat agar subsidi tidak menimbulkan distorsi pasar atau menghambat kompetisi. Mekanisme monitoring dan evaluasi akan dibangun untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi serta kelestarian lingkungan.
Pemerintah berencana menyampaikan hasil kajian kepada Menteri Perdagangan dalam beberapa bulan ke depan, sebelum keputusan final diambil. Kebijakan ini diharapkan menjadi bagian dari strategi nasional untuk mengelola limbah plastik dan mendukung industri hijau.




