Frankenstein45.Com – 15 Mei 2026 | Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) menandai langkah bersejarah dengan menetapkan 500 Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Provinsi Sulawesi Selatan sebagai Komandan Cadangan (Komcad) pertama di Indonesia. Keputusan ini merupakan upaya strategis untuk memperkuat kemampuan pertahanan negara secara nasional dengan melibatkan tenaga profesional di sektor sipil.
Penetapan tersebut diumumkan dalam rapat koordinasi di kantor Kementerian Pertahanan pada tanggal 26 April 2024. Dalam kesempatan itu, Wamenhan menegaskan bahwa pemilihan 500 ASN didasarkan pada kriteria kompetensi, integritas, serta potensi kontribusi dalam bidang pertahanan dan keamanan.
- Jumlah ASN terpilih: 500 orang
- Wilayah asal: Seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan
- Fokus peran: Pendukung operasional militer, intelijen, logistik, dan sosialisasi pertahanan
- Durasi pelatihan awal: 6 bulan dengan modul teori dan praktik
- Penempatan: Unit Komcad di tiap daerah yang terhubung dengan Komando Daerah Militer setempat
Berikut adalah rangkaian tahapan implementasi program Komcad di Sulawesi Selatan:
| Tahap | Deskripsi | Waktu Pelaksanaan |
|---|---|---|
| 1. Seleksi | Penyaringan calon melalui tes kompetensi dan wawancara | Mei–Juni 2024 |
| 2. Pelatihan Dasar | Pengenalan dasar pertahanan, hukum militer, dan etika kepemimpinan | Juli–Agustus 2024 |
| 3. Pelatihan Khusus | Penguasaan bidang logistik, intelijen, dan teknologi informasi | September–Oktober 2024 |
| 4. Penugasan | Penempatan ke unit Komcad masing‑masing wilayah | November 2024 |
| 5. Evaluasi Berkala | Penilaian kinerja dan penyesuaian peran | 2025 ke atas |
Reaksi masyarakat dan kalangan profesional di Sulawesi Selatan beragam. Sebagian menyambut positif, menilai langkah ini dapat meningkatkan sinergi antara pemerintah sipil dan militer serta membuka peluang karier baru bagi ASN. Namun, ada pula yang mengajukan pertanyaan mengenai beban kerja tambahan dan kebutuhan pendanaan untuk pelatihan.
Wamenhan menegaskan bahwa program Komcad akan terus dikembangkan dan diadaptasi ke provinsi lain setelah evaluasi hasil pertama di Sulawesi Selatan. Target jangka panjangnya adalah menciptakan jaringan Komcad nasional yang mampu memberikan kontribusi signifikan pada kesiapan pertahanan Indonesia.
Dengan menjadi provinsi pertama yang melaksanakan inisiatif ini, Sulawesi Selatan diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengintegrasikan sumber daya manusia sipil ke dalam strategi pertahanan negara.




