Frankenstein45.Com – 25 Mei 2026 | Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung, menyatakan bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini jauh berbeda dengan situasi krisis pada tahun 1998. Ia menekankan bahwa indikator makroekonomi utama menunjukkan pemulihan yang signifikan sejak awal 2023.
- Produk Domestik Bruto (PDB): 5,1% YoY
- Inflasi: 2,8%
- Cadangan devisa: US$ 135 miliar
- Rasio utang pemerintah: 40,2% dari PDB
Juda Agung menambahkan bahwa kebijakan fiskal dan moneter yang konsisten, serta reformasi struktural di sektor energi dan infrastruktur, berperan penting dalam menjaga stabilitas. Ia menegaskan bahwa pemerintah terus memantau risiko eksternal, termasuk ketegangan geopolitik dan fluktuasi harga komoditas, namun optimisme tetap tinggi.
Para pengamat ekonomi mengapresiasi pernyataan tersebut, menyebut bahwa indikator fundamental yang kuat memberikan ruang bagi pertumbuhan berkelanjutan. Namun, mereka juga mengingatkan perlunya tetap waspada terhadap potensi shock eksternal yang dapat mempengaruhi arus modal.




