Frankenstein45.Com – 22 Juni 2026 | Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming, menyatakan dukungan penuh pemerintah terhadap upaya memperkuat komoditas pangan lokal di Papua. Pernyataan tersebut disampaikan dalam kunjungan beliau ke Asmat, tempat program Sekolah Lapang Sagu berhasil meningkatkan produksi dan pemanfaatan sagu, bahan pangan tradisional yang menjadi andalan masyarakat setempat.
Komitmen Pemerintah
Gibran menegaskan bahwa kedaulatan pangan menjadi prioritas nasional, terutama di wilayah timur yang memiliki potensi pertanian melimpah namun masih belum optimal. Pemerintah berencana menyediakan bantuan teknis, akses pasar, dan pendanaan bagi petani serta pelaku usaha agribisnis di Papua.
Keberhasilan Sekolah Lapang Sagu
Program Sekolah Lapang Sagu, yang diluncurkan pada awal 2023, menggabungkan pelatihan pertanian, pengolahan hasil sagu, dan pemasaran berbasis komunitas. Selama satu tahun pertama, produksi sagu di Asmat meningkat sebesar 45 % dan pendapatan rata‑rata petani naik dari Rp 1,2 juta menjadi Rp 2,8 juta per bulan.
- Peningkatan produksi berkat teknik penanaman selektif dan pemupukan organik.
- Pengolahan nilai tambah, seperti tepung sagu dan produk olahan tradisional.
- Pemasaran melalui koperasi lokal dan platform digital pemerintah.
Rencana Replikasi di Daerah Lain
Gibran menargetkan replikasi model Sekolah Lapang Sagu ke setidaknya lima kabupaten di Papua Barat, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara Timur dalam tiga tahun ke depan. Pendekatan yang akan diadaptasi meliputi:
- Identifikasi komoditas unggulan lokal.
- Pembentukan tim pelatih dari lembaga pertanian dan universitas.
- Penyediaan sarana produksi dan fasilitas pengolahan.
- Pengembangan jaringan pemasaran regional.
Dampak Sosial‑Ekonomi
Penguatan komoditas pangan lokal diharapkan dapat menurunkan tingkat ketergantungan impor, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan. Selain itu, program ini memperkuat identitas budaya melalui pelestarian teknik tradisional dalam mengolah sagu.




