Wapres Gibran Perluas Program Makan Bergizi Gratis di Asmat, Libatkan Gereja
Wapres Gibran Perluas Program Makan Bergizi Gratis di Asmat, Libatkan Gereja

Wapres Gibran Perluas Program Makan Bergizi Gratis di Asmat, Libatkan Gereja

Frankenstein45.Com – 22 Juni 2026 | Wakil Presiden Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, mengumumkan rencana perluasan Program Makan Bergizi Gratis (PMBG) di Kabupaten Asmat, Provinsi Papua, yang selama ini difokuskan pada daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal). Program tersebut akan mencakup lebih banyak desa dan melibatkan institusi keagamaan lokal, khususnya gereja, untuk memperluas jangkauan distribusi makanan bergizi kepada anak-anak dan keluarga kurang mampu.

Peluncuran rencana ini terjadi pada kunjungan Wapres ke Asmat pada tanggal 20 Juni 2024, di mana beliau bertemu dengan kepala desa, tokoh agama, serta perwakilan pemerintah daerah. Dalam sambutannya, Gibran menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memastikan bahwa bantuan gizi tidak hanya sampai ke permukiman yang mudah dijangkau, tetapi juga ke wilayah-wilayah terpencil yang selama ini terabaikan.

Berikut adalah poin utama dari rencana perluasan program:

  • Penambahan wilayah target: Dari 12 desa yang saat ini menerima bantuan, akan ditambah menjadi 30 desa, mencakup wilayah-wilayah seperti Wamena, Kenyam, dan kampung-kampung di pesisir Asmat.
  • Kolaborasi dengan gereja: Gereja lokal akan dilibatkan sebagai mitra distribusi, memanfaatkan jaringan jemaat yang tersebar di seluruh desa untuk membantu pengantaran makanan.
  • Jenis makanan yang disediakan: Paket makanan bergizi mengandung beras, ikan, sayuran, serta suplemen vitamin A dan zat besi, disesuaikan dengan kebutuhan gizi anak usia 1-12 tahun.
  • Pendanaan: Anggaran tambahan sebesar Rp 25 miliar dialokasikan dari Dana Bantuan Sosial (DBS) pemerintah pusat, dengan kontribusi tambahan dari yayasan dan donatur swasta.

Gibran menambahkan bahwa keterlibatan gereja tidak hanya terbatas pada logistik, melainkan juga pada edukasi gizi. Pendeta setempat akan diberikan materi penyuluhan untuk disampaikan dalam kebaktian, sehingga masyarakat dapat memahami pentingnya pola makan seimbang.

Berikut adalah jadwal pelaksanaan yang direncanakan:

Triwulan Kegiatan
I (Juli–September 2024) Pemetaan desa target dan pelatihan relawan gereja
II (Oktober–Desember 2024) Distribusi pertama paket makanan bergizi
III (Januari–Maret 2025) Evaluasi dan penyesuaian menu
IV (April–Juni 2025) Penguatan jaringan distribusi dan laporan akhir

Pengamat sosial menilai bahwa strategi melibatkan institusi keagamaan dapat meningkatkan efektivitas program, mengingat gereja memiliki kehadiran kuat di komunitas Asmat. Namun, mereka juga mengingatkan perlunya transparansi dalam pengelolaan dana dan mekanisme distribusi agar tidak menimbulkan kesenjangan.

Program ini diharapkan dapat menurunkan angka stunting di Asmat yang pada tahun 2023 masih mencapai 38,5 %. Dengan sinergi antara pemerintah, gereja, dan masyarakat, Wapres Gibran menargetkan penurunan angka stunting hingga 10 poin persen dalam dua tahun ke depan.