Wapres Gibran kenakan atribut Papua saat awali kunjungan kerja di Nabire
Wapres Gibran kenakan atribut Papua saat awali kunjungan kerja di Nabire

Wapres Gibran kenakan atribut Papua saat awali kunjungan kerja di Nabire

Frankenstein45.Com – 20 April 2026 | Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, memulai kunjungan kerja resmi ke Kabupaten Nabire, Papua, dengan mengenakan mahkota kasuari dan tas selempang noken, dua simbol budaya tradisional Papua. Penampilan tersebut disambut hangat oleh masyarakat setempat dan menjadi sorotan media nasional.

Setibanya di bandara Nabire, Gibran disambut oleh Gubernur Papua, serta tokoh adat dan pejabat daerah. Mahkota kasuari, yang terbuat dari bulu burung kasuari, melambangkan keberanian dan kearifan lokal, sementara noken, tas anyaman rotan, merupakan warisan budaya yang diakui UNESCO sebagai Karya Warisan Budaya Takbenda.

Selama kunjungan, Wakil Presiden meninjau beberapa proyek infrastruktur penting, antara lain pembangunan jalan raya, jaringan listrik, dan fasilitas kesehatan. Ia menekankan pentingnya percepatan pembangunan yang berkelanjutan serta pemberdayaan ekonomi masyarakat Papua melalui program-program pemerintah pusat.

Berikut beberapa poin penting yang disampaikan Gibran dalam acara tersebut:

  • Komitmen mempercepat penyelesaian proyek jalan lintas wilayah untuk memperlancar distribusi barang dan jasa.
  • Peningkatan akses listrik di daerah terpencil melalui program pembangkit listrik tenaga surya.
  • Dukungan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Papua melalui pelatihan keterampilan dan akses pembiayaan.
  • Peningkatan layanan kesehatan dengan pembangunan puskesmas baru dan penyediaan tenaga medis.

Reaksi masyarakat setempat menunjukkan rasa bangga dan harapan besar terhadap kunjungan tersebut. Sejumlah warga mengungkapkan kebahagiaan melihat pejabat tinggi negara menghormati budaya lokal, sementara tokoh adat menilai bahwa langkah ini dapat memperkuat rasa persatuan dan kesatuan bangsa.

Gibran menutup kunjungan kerja di Nabire dengan harapan agar kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah terus terjalin erat, serta menegaskan bahwa Papua tetap menjadi prioritas dalam agenda pembangunan nasional.