Wapres Gibran Raka Siap Perluas Program MBG di Asmat Lewat Kerjasama Gereja
Wapres Gibran Raka Siap Perluas Program MBG di Asmat Lewat Kerjasama Gereja

Wapres Gibran Raka Siap Perluas Program MBG di Asmat Lewat Kerjasama Gereja

Frankenstein45.Com – 21 Juni 2026 | Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, mengungkapkan komitmen pemerintah untuk memperluas program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke wilayah Kabupaten Asmat, Papua. Program yang bertujuan menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak usia dini ini akan dijalankan bersama tokoh agama Katolik setempat, sebagai upaya meningkatkan akses dan partisipasi masyarakat.

Gibran menekankan bahwa kerja sama dengan gereja di Asmat menjadi strategi penting karena lembaga keagamaan memiliki jaringan yang kuat di pelosok daerah. Dengan mengoptimalkan fasilitas gereja sebagai pusat distribusi makanan, diharapkan anak-anak di daerah terpencil dapat memperoleh asupan gizi yang cukup secara rutin.

  • Target utama: menambah 10 titik layanan MBG di Asmat dalam 12 bulan ke depan.
  • Kolaborasi: melibatkan pendeta, dewan gereja, serta Badan Keamanan Keluarga (BKK) setempat.
  • Sumber dana: alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta dukungan donatur lokal.
  • Monitoring: tim gabungan dari Kementerian Sosial, Kementerian Pendidikan, dan LSM kesehatan akan melakukan evaluasi bulanan.

Selain menambah jumlah titik layanan, pemerintah berencana mengintegrasikan program edukasi gizi bagi orang tua melalui pelatihan yang diadakan di gereja. Materi yang disampaikan mencakup pentingnya pola makan seimbang, cara menyiapkan makanan bergizi dengan bahan lokal, serta cara mengidentifikasi tanda-tanda kekurangan gizi pada anak.

Gibran juga menegaskan bahwa keberlanjutan program MBG tidak hanya bergantung pada penyediaan dana, melainkan pada partisipasi aktif masyarakat. Oleh karena itu, gereja diharapkan dapat menjadi mediator yang menghubungkan pemerintah dengan warga, serta memfasilitasi dialog tentang kebutuhan khusus di masing‑masing desa.

Dengan langkah ini, diharapkan Asmat dapat meningkatkan status gizi balita secara signifikan, sekaligus memperkuat sinergi antara sektor publik dan lembaga keagamaan dalam mengatasi permasalahan gizi di wilayah Indonesia Timur.