Frankenstein45.Com – 13 Mei 2026 | Virus hanta kembali menjadi sorotan publik setelah munculnya laporan kasus pada penumpang kapal pesiar MV Hondius yang berlayar menuju Tenerife. Penularan virus ini dapat terjadi melalui kontak dengan urine, kotoran, atau air liur hewan pengerat yang terinfeksi, sehingga penting bagi masyarakat untuk memahami gejala serta cara pencegahannya.
Gejala utama virus hanta biasanya muncul dalam dua bentuk klinis, yaitu Sindrom Demam Berat (HFRS) dan Sindrom Paru-paru Berbantuan (HPS). Gejala yang dapat dirasakan meliputi:
- Demam tinggi secara mendadak
- Nyeri otot dan punggung
- Kepala terasa berat atau nyeri kepala
- Mual, muntah, dan diare
- Batuk kering dan sesak napas (pada HPS)
- Kemerahan atau pendarahan pada kulit dan selaput lendir (pada HFRS)
Jika gejala tersebut muncul setelah adanya riwayat kontak dengan lingkungan yang berpotensi terkontaminasi, sebaiknya segera konsultasikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Langkah pencegahan yang dapat diterapkan antara lain:
- Menjaga kebersihan rumah dan area sekitar, terutama tempat penyimpanan makanan.
- Menggunakan sarung tangan dan masker saat membersihkan kotoran atau droppings hewan pengerat.
- Menutup rapat celah dan lubang pada bangunan untuk menghindari masuknya tikus.
- Menyimpan makanan dalam wadah tertutup rapat dan tidak memberi makan hewan pengerat di sekitar rumah.
- Mengendalikan populasi tikus dengan perangkap atau umpan yang sesuai.
- Menghindari kontak langsung dengan hewan liar yang tampak sakit atau mati.
Pemerintah dan otoritas kesehatan terus memantau situasi dan memberikan rekomendasi terbaru terkait pencegahan penyebaran virus hanta. Kesadaran dan tindakan preventif dari masyarakat menjadi kunci utama dalam menurunkan risiko penularan.







