Frankenstein45.Com – 08 Mei 2026 | Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan bahwa wabah hantavirus yang baru-baru ini terjadi di atas kapal kargo MV Hondius tidak akan menjadi pemicu pandemi selanjutnya seperti Covid-19.
Insiden tersebut mengakibatkan tiga korban meninggal dan sejumlah penumpang serta kru lainnya mengalami gejala penyakit pernapasan setelah terpapar virus hantavirus, yang dikenal menular melalui droplet urine atau kotoran hewan pengerat.
WHO segera mengaktifkan prosedur tanggap darurat internasional, termasuk pemantauan kesehatan pada kapal yang kembali ke pelabuhan, serta koordinasi dengan otoritas kesehatan Indonesia dan negara‑negara pelabuhan transit.
Berikut adalah langkah‑langkah utama yang diambil oleh WHO dan mitra terkait:
- Isolasi dan perawatan medis bagi pasien yang terinfeksi.
- Pengujian laboratorium cepat untuk mengonfirmasi jenis hantavirus.
- Penyuluhan kepada awak kapal tentang cara pencegahan penularan, seperti penggunaan alat pelindung diri dan sanitasi lingkungan.
- Pengiriman tim epidemiologi ke pelabuhan asal kapal untuk menelusuri sumber kontaminasi.
- Penyusunan laporan situasi harian yang dibagikan kepada negara anggota WHO.
Para ahli menekankan perbedaan mendasar antara hantavirus dan coronavirus. Hantavirus biasanya menyebar melalui kontak langsung dengan hewan pengerat, sedangkan coronavirus SARS-CoV-2 menyebar dari manusia ke manusia melalui droplet pernapasan. Karena pola penularannya yang berbeda, potensi penyebaran global hantavirus dianggap jauh lebih terbatas.
WHO juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan berkelanjutan, termasuk pemantauan rutin pada perdagangan internasional, kebersihan kapal, dan kontrol populasi hewan pengerat di area pelabuhan.
Dengan respons cepat dan koordinasi lintas negara, WHO berharap wabah ini dapat dikendalikan tanpa menimbulkan krisis kesehatan global yang meluas.







