Frankenstein45.Com – 26 April 2026 | Garut kembali menjadi sorotan budaya pada akhir pekan kemarin, ketika sebanyak 31 raja dan perwakilan kerajaan tradisional se-Indonesia hadir dalam rangkaian acara Gebyar Pesona Budaya Garut yang diselenggarakan di Jalan Ahmad Yani, pusat kota Garut, Jawa Barat. Kedatangan para penguasa adat tersebut menambah semarak perayaan yang bertujuan mempromosikan kekayaan warisan budaya Nusantara sekaligus memperkuat jaringan kerjasama antar‑kerajaan tradisional.
Acara yang dimulai pada pukul 09.00 WIB menampilkan serangkaian pertunjukan seni tradisional, pameran kerajinan tangan, serta bazaar kuliner khas Garut. Beberapa sorotan utama meliputi:
- Penampilan tari tradisional Jaipongan dan Reog yang dipersembahkan oleh grup seni daerah.
- Demonstrasi batik Garut dengan motif Gugur yang dipandu oleh seniman lokal.
- Peragaan busana kebaya modern yang menggabungkan elemen etnik.
- Stand kuliner yang menyajikan makanan khas seperti nasi timbel dan bakakak.
Selama acara, para raja menyampaikan pesan penting tentang pelestarian budaya. Raja Paku Alaman, Yogyakarta, menekankan, “Budaya adalah jalinan identitas yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang melalui pendidikan dan partisipasi aktif masyarakat.” Sementara Raja Surakarta menambahkan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga adat dalam memfasilitasi program kebudayaan berkelanjutan.
Penyerahan simbolik berupa bendera provinsi Jawa Barat kepada para raja menjadi momen simbolis yang menegaskan komitmen bersama dalam memperkuat rasa kebangsaan. Selain itu, para pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan para raja, mengambil foto, dan mendengarkan kisah-kisah sejarah kerajaan masing‑masing.
Keberhasilan Gebyar Pesona Budaya Garut ini diharapkan dapat menjadi model bagi kota‑kota lain dalam menggalang partisipasi lintas daerah untuk melestarikan warisan budaya Indonesia. Panitia menyatakan akan menjadikan acara tahunan ini sebagai platform utama untuk mempromosikan keragaman budaya sekaligus meningkatkan perekonomian kreatif lokal.




