Frankenstein45.Com – 26 April 2026 | Bupati Bulungan, Syarwani, mengumumkan kesiapan pemerintah daerah untuk memulai pembangunan pelabuhan baru di Tanah Kuning, Kecamatan Tanjung Palas Utara, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara.
Proyek ini direncanakan menjadi titik masuk utama barang dan penumpang di wilayah utara Kalimantan, mengingat posisi geografis Tanah Kuning yang strategis dekat jalur laut internasional.
Beberapa tujuan utama pembangunan antara lain:
- Meningkatkan konektivitas antar pulau dan mengurangi ketergantungan pada transportasi darat.
- Mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan volume perdagangan.
- Menciptakan lapangan kerja baru baik selama fase konstruksi maupun operasional pelabuhan.
- Menarik investasi swasta dalam sektor logistik, perikanan, dan pariwisata.
Anggaran awal yang diajukan oleh pemerintah kabupaten diperkirakan mencapai beberapa ratus miliar rupiah, dengan sumber pembiayaan berasal dari APBN, dana desa, serta kemungkinan partisipasi investor swasta melalui skema BUMN atau kerja sama publik‑privat.
Jadwal pembangunan dijadwalkan dimulai pada kuartal ketiga tahun ini, dengan perkiraan penyelesaian fase pertama—yaitu pembangunan dermaga utama dan fasilitas pendukung—selama dua tahun ke depan. Selanjutnya, pengembangan area logistik dan gudang akan dilaksanakan secara bertahap.
Pihak masyarakat dan pelaku usaha setempat menyambut baik rencana ini. Mereka menilai pelabuhan baru dapat mengurangi biaya distribusi, mempercepat pemasaran produk pertanian dan perikanan, serta membuka peluang pasar baru bagi UMKM.
Namun, beberapa tantangan juga diidentifikasi, termasuk kebutuhan akan penyelesaian izin lingkungan, penataan lahan, serta koordinasi dengan otoritas maritim nasional. Pemerintah kabupaten berjanji akan melibatkan semua pemangku kepentingan untuk memastikan proses pembangunan berjalan transparan dan berkelanjutan.
Jika berhasil, pelabuhan di Tanah Kuning diproyeksikan menjadi salah satu gerbang logistik utama di Kalimantan Utara, memperkuat posisi Bulungan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi regional.




