AI untuk Deteksi Kanker Serviks, Mahasiswa S3 UNM Raih Hibah Bergengsi 2026
AI untuk Deteksi Kanker Serviks, Mahasiswa S3 UNM Raih Hibah Bergengsi 2026

AI untuk Deteksi Kanker Serviks, Mahasiswa S3 UNM Raih Hibah Bergengsi 2026

Frankenstein45.Com – 27 April 2026 | Universitas Nusa Mandiri (UNM) kembali menonjolkan peranannya dalam inovasi digital dengan sebuah proyek riset yang menggabungkan kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi kanker serviks secara dini. Penelitian ini dipimpin oleh seorang mahasiswa program doktor (S3) jurusan Informatika yang berhasil memperoleh hibah bergengsi tahun 2026.

AI yang dikembangkan menggunakan teknik pembelajaran mendalam (deep learning) untuk menganalisis citra hasil pemeriksaan serviks, seperti hasil pap smear dan kolposkopi. Model tersebut dilatih dengan ribuan sampel gambar yang telah diklasifikasikan oleh ahli patologi, sehingga dapat mengenali pola-pola abnormal dengan akurasi tinggi.

  • Akurasi deteksi: Lebih dari 92% dalam mengidentifikasi lesi pra‑kanker.
  • Waktu analisis: Hanya beberapa detik per sampel, jauh lebih cepat dibandingkan evaluasi manual.
  • Implementasi mudah: Dapat diintegrasikan ke dalam sistem informasi rumah sakit maupun aplikasi mobile untuk klinik pedesaan.

Berbekal hasil yang menjanjikan, mahasiswa tersebut mengajukan proposal kepada lembaga pendanaan nasional dan internasional. Proposal itu berhasil memenangkan hibah senilai tiga juta dolar Amerika, yang akan mendanai pengembangan lebih lanjut, validasi klinis multi‑pusat, serta pelatihan tenaga medis.

Selain dukungan finansial, hibah ini juga memberikan akses ke jaringan kolaboratif dengan institusi riset terkemuka, termasuk laboratorium AI di luar negeri. Mahasiswa S3 UNM, yang bernama Dr. Rina Widyanti, menyatakan komitmennya untuk mempercepat adopsi teknologi ini di Indonesia, terutama di daerah dengan keterbatasan fasilitas skrining kanker.

Jika berhasil diimplementasikan secara luas, sistem AI ini diharapkan dapat menurunkan angka mortalitas kanker serviks secara signifikan, mengingat deteksi dini merupakan faktor kunci dalam meningkatkan tingkat kesembuhan.

Keberhasilan ini menegaskan bahwa kolaborasi antara bidang ilmu komputer dan kedokteran dapat menghasilkan solusi inovatif yang berdampak sosial. UNM berencana untuk memperluas portofolio risetnya ke bidang onkologi lainnya, menjadikan kampus digital bisnis sebagai pusat unggulan penelitian kesehatan berbasis teknologi.