Frankenstein45.Com – 12 Juni 2026 | Polda Metro Jaya memberikan penjelasan resmi mengenai keputusan untuk menghentikan aksi demonstrasi yang direncanakan berlangsung di Bundaran HI. Pihak kepolisian menyatakan bahwa langkah tersebut diambil demi menjaga keamanan, ketertiban, dan kelancaran aktivitas publik di wilayah pusat kota.
Berikut ini beberapa alasan utama yang diutarakan:
- Risiko kerusakan fasilitas publik – Bundaran HI merupakan area strategis dengan banyak infrastruktur penting. Polda mengkhawatirkan potensi vandalisme atau kerusakan pada monumen dan fasilitas sekitarnya.
- Gangguan lalu lintas – Jalan‑jalan utama di sekitar Bundaran HI biasanya padat, terutama pada jam sibuk. Aksi demo massal dapat menimbulkan kemacetan parah yang mengganggu mobilitas warga.
- Ancaman keselamatan massa – Kepolisian menilai bahwa kerumunan besar dalam ruang terbatas meningkatkan risiko kecelakaan atau bentrokan antar peserta.
- Keamanan publik – Dengan adanya potensi aksi provokatif atau penyebaran barang berbahaya, pihak berwenang lebih memilih lokasi yang lebih mudah dikendalikan.
Untuk tetap memberikan ruang bagi kebebasan bersuara, Polda Metro Jaya menawarkan alternatif lokasi aksi, yaitu di depan gedung DPR dan di area Patung Kuda. Kedua tempat tersebut dianggap lebih luas, memiliki akses yang lebih terkontrol, serta memudahkan koordinasi keamanan antara aparat dan penyelenggara aksi.
Polda Metro Jaya menegaskan bahwa perubahan lokasi bukan berarti menolak hak warga untuk menyampaikan aspirasi, melainkan upaya preventif untuk meminimalkan dampak negatif terhadap publik dan infrastruktur kota.




