Frankenstein45.Com – 11 Mei 2026 | Aktor sinetron Indonesia, Ammar Zoni, tidak dapat menahan emosinya ketika kembali dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Saat proses pemindahan, ia terlihat terisak dan mengaku merasa suasana di dalam penjara sangat menakutkan.
Lapas Nusakambangan, yang sering disebut sebagai “Pulau Gajah”, dikenal sebagai salah satu fasilitas pemasyarakatan dengan tingkat keamanan tertinggi di Indonesia. Penjara ini menampung narapidana dengan kasus berat, dilengkapi dengan sistem pengawasan yang ketat, sel‑sel berukuran kecil, serta pencahayaan minim yang menambah kesan suram.
Ammar Zoni yang sedang menjalani hukuman pidana karena kasus yang masih diproses menyatakan bahwa kondisi di dalam sel terasa “dingin” dan “mencekam”. Ia menambahkan bahwa suara gemuruh pintu besi, jeritan narapidana lain, serta bau lembap menjadi faktor utama yang membuatnya sulit menahan air mata.
Reaksi publik di media sosial pun beragam. Sebagian netizen menyayangkan kondisi penjara yang dianggap terlalu keras, sementara yang lain menilai bahwa reaksi Ammar menunjukkan betapa beratnya beban psikologis yang dialami narapidana.
Keluarga Ammar menyatakan dukungan moral dan berharap proses rehabilitasi di Lapas Nusakambangan dapat memberikan kesempatan bagi sang aktor untuk memperbaiki diri. Pengacara Ammar menegaskan bahwa hak-hak kliennya akan tetap dipertahankan, termasuk akses ke layanan kesehatan mental di dalam penjara.
Kasus ini kembali menyoroti perlunya evaluasi terhadap fasilitas pemasyarakatan di Indonesia, khususnya terkait dengan aspek kesejahteraan psikologis narapidana. Pemerintah telah berjanji akan meningkatkan layanan konseling dan program rehabilitasi, namun implementasinya masih menjadi pertanyaan.




