Frankenstein45.Com – 30 Juni 2026 | Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat asal Partai Demokrat, Greg Casar, mengumumkan pada Senin bahwa ia akan memberikan dukungan terhadap sebuah amandemen yang bertujuan menghentikan aliran bantuan militer Amerika Serikat ke Israel. Amandemen tersebut diajukan sebagai respons terhadap eskalasi konflik di Gaza yang telah menimbulkan ribuan korban jiwa sipil.
Casar menekankan bahwa bantuan senjata yang terus mengalir selama ini memperpanjang penderitaan warga Palestina dan menurunkan kredibilitas Amerika di kancah internasional. Ia menambahkan bahwa Kongres perlu meninjau kembali kebijakan luar negeri yang selama ini mengandalkan dukungan militer tanpa pertimbangan hak asasi manusia.
- Tujuan amandemen: menangguhkan semua program bantuan pertahanan kepada Israel hingga adanya peninjauan kebijakan yang lebih komprehensif.
- Alasan utama: mengurangi dampak kemanusiaan di wilayah Gaza dan menekan Israel untuk kembali ke meja perundingan.
- Dukungan politik: selain Casar, sejumlah anggota Demokrat progresif lain telah menyatakan niat serupa, meskipun mayoritas anggota Kongres masih mendukung kebijakan status quo.
Meski mendapat sorotan dari kelompok hak asasi manusia, langkah ini diperkirakan akan menghadapi perlawanan keras dari lobby pro‑Israel serta sebagian besar anggota Partai Republik yang menilai bantuan militer sebagai komponen kunci dalam menjaga keamanan regional.
Pernyataan resmi Gedung Putih menegaskan bahwa kebijakan bantuan militer kepada Israel tetap penting untuk mempertahankan aliansi strategis, namun pihak eksekutif membuka ruang dialog lebih lanjut mengenai kondisi pemberian bantuan.
Jika amandemen tersebut berhasil disahkan, dampaknya dapat memengaruhi tidak hanya hubungan bilateral Amerika‑Israel, tetapi juga dinamika politik domestik di AS, terutama menjelang pemilihan tengah masa jabatan Presiden.
Penghentian bantuan militer menjadi topik perdebatan yang semakin mengemuka di dalam Kongres, menandakan adanya pergeseran sikap sebagian legislatif Amerika terhadap konflik Timur Tengah.




