Frankenstein45.Com – 03 Juli 2026 | TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH – Antrean kendaraan pengangkut tandan buah segar (TBS) di Mamuju Tengah semakin membludak, bahkan kini mencapai Jalan Trans Poros Sulawesi. Fenomena ini telah mengganggu aktivitas lalu lintas di wilayah tersebut, memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat dan instansi terkait.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Mamuju Tengah, Bahtiar, menyatakan bahwa antrean panjang ini tidak hanya melibatkan petani lokal, tetapi juga berasal dari berbagai daerah, termasuk Polewali Mandar, Majene, dan Mamuju. Hal ini menunjukkan tingginya permintaan akan TBS di pabrik-pabrik kelapa sawit yang ada di kawasan tersebut.
“Transportasi adalah urat nadi perekonomian daerah. Setiap perusahaan kelapa sawit di sini sudah memiliki Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) yang mengatur aspek keselamatan dan ketertiban di sekitar lingkungan perusahaan,” jelas Bahtiar saat ditemui di halaman Kantor DPRD Mamuju Tengah.
Dishub Mamuju Tengah telah mengambil langkah-langkah untuk mengatasi kemacetan yang terjadi akibat antrean kendaraan. Mereka akan menurunkan personel untuk mengatur lalu lintas dan meminta perusahaan kelapa sawit untuk mengoptimalkan petugas keamanan guna membantu mengurai kemacetan di area pabrik.
Sementara itu, di sisi lain, masyarakat juga mengungkapkan keluhan terkait kondisi antrean ini. Banyak yang merasa frustrasi karena waktu tempuh mereka terganggu akibat antrean yang tidak kunjung surut. Beberapa petani bahkan menyatakan bahwa antrean di pabrik seringkali menghabiskan waktu berjam-jam sebelum mereka bisa melakukan pengiriman TBS.
Pemerintah daerah diharapkan dapat segera menemukan solusi jangka panjang untuk masalah ini, mengingat pentingnya sektor kelapa sawit bagi perekonomian lokal. Penanganan yang cepat dan tepat akan membantu memperlancar arus transportasi serta memastikan kesejahteraan para petani dan masyarakat sekitar.
Di tengah situasi ini, perhatian juga tertuju kepada kegiatan lain yang berlangsung di Mamuju, seperti penyaluran bantuan beras yang dihadiri oleh beberapa artis dan pejabat pemerintah. Kegiatan tersebut menarik banyak perhatian warga, terutama kaum ibu, yang berharap dapat memperoleh bantuan di tengah kesulitan ekonomi.
Dengan meningkatnya jumlah kendaraan pengangkut TBS dan kegiatan lain yang memicu keramaian, pemerintah daerah harus terus memantau dan menyesuaikan kebijakan transportasi agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat. Hal ini penting demi menciptakan keseimbangan antara kebutuhan ekonomi dan kenyamanan masyarakat.




