DKI Kemarin: Progres Pembangunan Jembatan Dukuh Atas dan Program Padat Karya
DKI Kemarin: Progres Pembangunan Jembatan Dukuh Atas dan Program Padat Karya

DKI Kemarin: Progres Pembangunan Jembatan Dukuh Atas dan Program Padat Karya

Frankenstein45.Com – 22 Juni 2026 | Pada Minggu, 20 Juni 2024, Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta melaporkan serangkaian perkembangan penting yang mencakup penyelesaian sebagian tahap konstruksi Jembatan Cincin Dukuh Atas serta peluncuran program Padat Karya yang menargetkan ribuan tenaga kerja lokal.

Berikut rangkuman utama yang disampaikan:

  • Jembatan Cincin Dukuh Atas: Pekerjaan pengecoran balok utama telah selesai, dan pemasangan rangka baja diperkirakan selesai dalam dua minggu ke depan. Proyek ini diharapkan mengurangi waktu tempuh kendaraan antara wilayah Pusat dan Selatan Jakarta hingga 15 menit.
  • Program Padat Karya: Pemerintah Provinsi menyiapkan anggaran Rp 1,2 triliun untuk menciptakan sekitar 12.000 lapangan kerja selama tahun 2024. Fokus utama program meliputi renovasi pasar tradisional, perbaikan trotoar, dan penataan kembali area pemukiman kumuh.
  • Kegiatan lain: Penataan ulang trotoar di kawasan Sudirman, peningkatan fasilitas drainase di daerah Rawamangun, serta penyediaan 200 unit rumah susun sederhana untuk keluarga berpendapatan rendah.

Data singkat mengenai alokasi dana dan target pekerjaan dapat dilihat pada tabel berikut:

Program Anggaran Target Pekerja
Jembatan Cincin Dukuh Atas Rp 850 miliar 1.200 pekerja konstruksi
Padat Karya Rp 1,2 triliun 12.000 tenaga kerja
Renovasi Pasar & Trotoar Rp 300 miliar 3.500 pekerja

Gubernur DKI, Anies Baswedan, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, swasta, dan komunitas lokal untuk memastikan setiap proyek selesai tepat waktu dan memberikan manfaat langsung kepada warga. Ia juga menambahkan bahwa evaluasi berkala akan dilakukan untuk memantau kualitas pekerjaan serta dampak sosial ekonomi yang dihasilkan.

Dengan rangkaian program ini, DKI Jakarta berharap dapat mempercepat percepatan pembangunan infrastruktur sekaligus mengurangi tingkat pengangguran melalui skema kerja padat yang berkelanjutan.