Frankenstein45.Com – 28 Juni 2026 | Harapan timnas Iran untuk menorehkan prestasi bersejarah di Piala Dunia 2026 harus berakhir pahit setelah laga penutup Grup G berakhir imbang 1-1 melawan Mesir di Stadion Lumen Field, Seattle, Sabtu 27 Juni 2026.
Gol yang sempat memberi Iran keunggulan 1-0 pada menit ke-27, hasil sundulan tajam striker utama, kemudian dianulir oleh wasit setelah intervensi VAR yang menuduh adanya pelanggaran offside di daerah kotak penalti. Keputusan tersebut memicu kegelisahan di tribun Iran serta menimbulkan spekulasi tentang adanya konspirasi di balik keputusan arbitrase.
Setelah gol Iran dibatalkan, Mesir menyamakan kedudukan pada menit ke-63 melalui serangan balik cepat. Skor akhir 1-1 membuat Iran berada di posisi ketiga grup dengan tiga poin, di belakang Brasil (6 poin) dan Mesir (4 poin). Karena hanya dua tim teratas yang otomatis melaju ke fase gugur, Iran harus menunggu hasil pertandingan lain untuk menentukan nasibnya.
| Posisi | Tim | MP | GM | GK | GMK | Poin |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Brasil | 3 | 5 | 0 | 5 | 6 |
| 2 | Mesir | 3 | 4 | 1 | 5 | 4 |
| 3 | Iran | 3 | 2 | 2 | 4 | 3 |
| 4 | Kosta Rika | 3 | 1 | 2 | 3 | 0 |
Para pengamat menilai bahwa keputusan VAR yang menolak gol Iran berpotensi mengubah dinamika klasemen, meski tidak ada bukti konkret yang mendukung tuduhan konspirasi. Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) menyatakan kekecewaan dan berjanji akan mengajukan banding resmi kepada FIFA jika ada bukti pelanggaran prosedur.
Di sisi lain, suporter Iran mengekspresikan kekecewaan mereka lewat aksi di tribun dan media sosial, menuntut transparansi dan keadilan dalam keputusan wasit. Sementara itu, tim Mesir menganggap hasil imbang cukup memuaskan mengingat mereka masih memiliki peluang untuk lolos lewat peringkat kedua grup.
Dengan satu pertandingan lagi yang masih harus dimainkan antara Brasil dan Kosta Rika, nasib Iran masih belum pasti. Jika Brasil menang, Iran tetap berada di luar zona otomatis. Namun, jika Brasil kalah atau seri, peluang Iran untuk melaju ke fase gugur akan kembali terbuka tergantung selisih gol dan fair play.
Keputusan kontroversial ini menambah bumbu politik di ajang sepak bola internasional, memicu perbincangan tentang peran teknologi VAR dan independensi ofisial pertandingan di mata publik.




