Frankenstein45.Com – 03 Juni 2026 | Data terbaru menunjukkan bahwa kinerja asuransi jiwa syariah mengalami penurunan signifikan pada kuartal pertama tahun 2026. Penurunan ini mencerminkan tantangan yang dihadapi industri dalam mempertahankan pertumbuhan premi di tengah kondisi ekonomi yang berubah.
Penurunan Premi Asuransi Jiwa Syariah
Perbandingan dengan Segmen Konvensional
Sementara asuransi jiwa syariah mengalami penurunan, segmen konvensional mencatat pertumbuhan positif. Pendapatan premi dari unit usaha segmen konvensional meningkat sebesar 4,6 % secara tahunan, mencapai Rp 42,86 triliun pada kuartal I 2026.
| Segmen | Perubahan YoY | Premi (Rp Triliun) |
|---|---|---|
| Asuransi Jiwa Syariah | – (penurunan) | Data tidak tersedia |
| Asuransi Konvensional | +4,6 % | 42,86 |
Data di atas menegaskan bahwa meskipun pasar asuransi secara keseluruhan menunjukkan pertumbuhan, produk syariah belum berhasil mengikuti laju tersebut.
Faktor Penyebab Lesunya Premi Syariah
- Keterbatasan Awareness: Konsumen masih belum sepenuhnya memahami manfaat dan keunggulan asuransi syariah.
- Produk Kompetitif: Produk konvensional menawarkan paket yang lebih fleksibel dan promosi yang agresif.
- Lingkungan Ekonomi: Inflasi dan ketidakpastian ekonomi menurunkan prioritas pembelian produk asuransi.
Untuk mengatasi situasi ini, perusahaan asuransi jiwa syariah diharapkan meningkatkan edukasi publik, memperluas jaringan distribusi, serta mengembangkan produk yang lebih inovatif dan sesuai dengan kebutuhan pasar.




