Frankenstein45.Com – 13 Mei 2026 | Survei terbaru yang dilakukan oleh lembaga riset Ipsos pada tahun 2026 menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat Indonesia, yaitu 71 persen, lebih memilih layanan bank digital dibandingkan bank konvensional. Perubahan perilaku ini dipicu oleh kebutuhan akan transaksi yang cepat, aman, dan dapat dilakukan kapan saja tanpa harus mengunjungi kantor cabang.
Beberapa faktor utama yang mendorong pemilihan bank digital antara lain:
- Kemudahan akses 24 jam melalui aplikasi seluler.
- Proses transaksi yang dapat diselesaikan dalam hitungan detik.
- Biaya administrasi yang lebih rendah atau bahkan gratis.
- Fitur keamanan berlapis, seperti otentikasi biometrik dan notifikasi real‑time.
- Integrasi layanan tambahan seperti pembayaran tagihan, investasi, dan pinjaman mikro.
Hasil survei juga mengidentifikasi lima bank digital paling populer di Indonesia beserta pangsa pasar masing‑masing berdasarkan preferensi responden.
| Bank Digital | Pangsa Pasar (%) |
|---|---|
| Bank BRI Digital | 22 |
| Bank Mandiri Online | 18 |
| Bank BCA Digital | 15 |
| Bank BTN Mobile | 12 |
| Bank CIMB Niaga Online | 9 |
Selain faktor kenyamanan, responden juga menilai keamanan data pribadi sebagai pertimbangan penting. Mayoritas mengaku merasa lebih aman bertransaksi melalui bank digital karena adanya enkripsi end‑to‑end dan mekanisme verifikasi ganda.
Para penyedia layanan bank digital terus berinovasi dengan menambahkan fitur-fitur baru, seperti pembayaran QR code, layanan chatbot berbasis AI, serta program loyalti yang memberi reward bagi pengguna aktif. Inovasi ini diharapkan dapat mempertahankan tren pertumbuhan positif dan menarik lebih banyak segmen masyarakat, termasuk generasi milenial dan Gen Z.
Ke depan, diproyeksikan bahwa pangsa pasar bank digital akan terus meningkat, menandakan pergeseran signifikan dalam cara masyarakat Indonesia mengelola keuangan mereka secara digital.




