Frankenstein45.Com – 17 Juni 2026 | Bank Mandiri meluncurkan inisiatif “Mandiri Sahabat Desa” yang akan diimplementasikan di 28 desa sepanjang rute Mandiri Jogja Marathon 2026. Program ini merupakan bagian dari strategi tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah Yogyakarta.
Rangkaian kegiatan dirancang untuk memberikan dampak sosial yang nyata dan berkelanjutan, antara lain:
- Peningkatan fasilitas umum seperti jalan desa, sanitasi, dan jaringan listrik.
- Pendidikan keuangan bagi warga melalui workshop dan pelatihan literasi keuangan.
- Program kesehatan, termasuk penyuluhan gizi dan pemeriksaan medis gratis.
- Dukungan kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui akses kredit mikro dan pemasaran produk lokal.
- Kegiatan olahraga dan kebugaran yang terintegrasi dengan persiapan Mandiri Jogja Marathon.
Bank Mandiri menargetkan bahwa setiap desa yang terlibat akan merasakan perbaikan infrastruktur serta peningkatan kapasitas ekonomi warga. Dengan melibatkan komunitas lokal dalam proses perencanaan, bank berharap program ini dapat berlanjut setelah acara marathon selesai.
Direktur CSR Bank Mandiri, Budi Santoso, menyatakan, “Mandiri Sahabat Desa bukan sekadar bantuan sementara, melainkan investasi jangka panjang untuk memperkuat ekosistem desa. Kami ingin menjadikan Mandiri Jogja Marathon sebagai momentum perubahan positif yang dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.”
Warga desa yang menjadi sasaran program menyambut baik inisiatif ini. Mereka berharap adanya peningkatan akses layanan kesehatan dan peluang usaha yang dapat meningkatkan pendapatan keluarga.
Selain manfaat langsung, program ini juga diharapkan dapat menumbuhkan rasa kebersamaan antara pelari marathon, sponsor, dan masyarakat desa. Kegiatan olahraga yang digelar bersama akan memperkuat jaringan sosial serta menumbuhkan semangat sportivitas di tingkat akar rumput.
Dengan pelaksanaan Mandiri Jogja Marathon 2026, Bank Mandiri berkomitmen untuk menilai dampak program secara berkala melalui indikator seperti peningkatan pendapatan rumah tangga, jumlah UMKM yang memperoleh kredit, dan perbaikan infrastruktur. Hasil evaluasi akan menjadi acuan bagi program serupa di masa depan.




