Bapenda Gencar Digitalisasi, Kolaborasi dan Pengawasan untuk Lonjakan PAD di Seluruh Indonesia
Bapenda Gencar Digitalisasi, Kolaborasi dan Pengawasan untuk Lonjakan PAD di Seluruh Indonesia

Bapenda Gencar Digitalisasi, Kolaborasi dan Pengawasan untuk Lonjakan PAD di Seluruh Indonesia

Frankenstein45.Com – 27 Mei 2026 | Pada tahun 2026, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) di sejumlah kota besar Indonesia memperkuat strategi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui kombinasi digitalisasi layanan, pengawasan lapangan, serta kolaborasi lintas sektor. Upaya terkoordinasi ini tidak hanya menargetkan peningkatan penerimaan pajak, melainkan juga menegakkan transparansi, akuntabilitas, dan kemudahan bagi wajib pajak.

Transformasi Digital di Bapenda Kota Bengkulu

Kepala Bapenda Kota Bengkulu, Noni Yuliesti, menegaskan bahwa digitalisasi menjadi pilar utama dalam rangka mengoptimalkan pemungutan pajak dan retribusi. Melalui aplikasi PADEK (Pajak Daerah Elektronik), warga dapat mengakses layanan perpajakan secara cepat, mengajukan pembayaran, dan memantau status tagihan tanpa harus datang ke kantor. Sistem ini dirancang untuk meminimalisir kebocoran pendapatan serta meningkatkan akurasi data wajib pajak. Selain itu, Bapenda Bengkulu memperkuat koordinasi dengan instansi vertikal dan aparat penegak hukum untuk memastikan kepatuhan pajak melalui monitoring dan evaluasi berkelanjutan.

Fasilitas Pembayaran Multi‑Channel di Batam

Di Batam, Bapenda mengadopsi pendekatan serba digital yang memungkinkan wajib pajak membayar pajak melalui jaringan perbankan, ritel modern, hingga platform e‑commerce. Bank Riau Kepri, BTN, BRI, Mandiri, serta gerai seperti Alfamart dan Indomaret menjadi titik layanan, sementara OVO, GoPay, LinkAja, dan QRIS memberikan opsi pembayaran non‑tunai. Wajib pajak dapat memeriksa tagihan melalui portal epbb.batam.go.id dan mengunggah bukti pembayaran secara elektronik. Program relaksasi pajak, seperti diskon 10 % untuk PBB‑P2 pada Februari‑Maret 2025, turut mendorong kepatuhan tepat waktu.

Kolaborasi dengan Kader PKK di Pekanbaru

Strategi inovatif lain muncul di Kota Pekanbaru, di mana Bapenda menggandeng Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP‑PKK) untuk melakukan pendataan dan sosialisasi pajak kendaraan bermotor secara rumah‑ke‑rumah. Lebih dari 380 kader PKK dari lima kecamatan dilengkapi aplikasi Asiap, sebuah platform internal yang melacak distribusi SPPT PBB‑P2 secara real‑time. Pendekatan personal ini tidak hanya meningkatkan kepatuhan pajak kendaraan, tetapi juga membuka peluang untuk mengoptimalkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) pada tingkat mikro.

Revisi Regulasi Pajak Daerah di Gorontalo

Di provinsi Gorontalo, Badan Pendapatan Daerah Provinsi berperan aktif dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) perubahan Perda PDRD. Fokus utama regulasi baru meliputi penambahan objek Retribusi Pengelolaan Pertambangan Rakyat, penyesuaian tarif Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor, serta penguatan kerangka hukum untuk Pajak Air Permukaan, Pajak Alat Berat, dan PBBKB. Kepala Bapenda Gorontalo, Danial Ibrahim, menekankan pentingnya regulasi yang adaptif agar dapat meningkatkan kapasitas fiskal daerah secara berkelanjutan.

Sinergi Nasional: Tantangan dan Prospek

Berbagai inisiatif di atas menunjukkan pola umum: digitalisasi layanan, diversifikasi kanal pembayaran, serta keterlibatan komunitas lokal menjadi kunci utama memperkuat PAD. Tantangan yang tetap ada meliputi integrasi data lintas daerah, kebutuhan peningkatan kapasitas SDM dalam pengelolaan sistem digital, serta mengatasi potensi penurunan penerimaan akibat kebijakan relaksasi. Namun, dengan dukungan teknologi (aplikasi PADEK, Asiap, dan portal e‑SPPT) serta kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan lembaga masyarakat, prospek peningkatan PAD di Indonesia menjadi semakin realistis.

Secara keseluruhan, transformasi Bapenda pada 2026 menandai langkah signifikan menuju pemerintahan berbasis data, di mana pelayanan publik lebih mudah diakses, kepatuhan pajak meningkat, dan penerimaan daerah dapat dioptimalkan untuk mendukung pembangunan infrastruktur serta program kesejahteraan.