Frankenstein45.Com – 12 Mei 2026 | Musisi hip‑hop dan RnB asal Medan, Baskara Rizqullah yang lebih dikenal dengan nama panggung Basboi, baru saja menapaki langkah pertamanya di dunia akting lewat peran dalam film “Nobody Loves Kay“. Dalam sebuah wawancara, ia mengungkapkan rasa antusiasme sekaligus tantangan yang dirasakannya ketika beralih dari panggung musik ke layar lebar.
Film “Nobody Loves Kay” merupakan drama urban yang mengangkat tema persahabatan, cinta, dan perjuangan di tengah dinamika kota besar. Basboi berperan sebagai “Dito”, seorang pemuda yang berjuang menggapai mimpi di dunia musik sekaligus menghadapi konflik keluarga. Peran ini memberikan ia kesempatan untuk menyalurkan emosi yang selama ini hanya ia ungkapkan lewat lirik lagunya.
Berikut beberapa poin penting yang dibagikan Basboi mengenai proses debut aktingnya:
- Persiapan karakter: Basboi menghabiskan waktu berjam‑jam bersama sutradara dan penulis skenario untuk memahami latar belakang Dito, termasuk kebiasaan, cara bicara, dan motivasi utama sang karakter.
- Pelatihan akting: Sebelum syuting, ia mengikuti workshop intensif selama dua minggu bersama pelatih akting profesional untuk mengasah teknik pernapasan, ekspresi wajah, dan gerakan tubuh.
- Perbedaan dengan musik: Menurut Basboi, akting menuntut kemampuan untuk “menjadi” orang lain secara total, sementara dalam musik ia lebih mengekspresikan diri secara pribadi.
- Pengalaman di set: Selama proses syuting, ia harus beradaptasi dengan jadwal yang ketat, kerja sama tim yang solid, serta menghadapi tekanan untuk memberikan performa yang natural.
Basboi juga menekankan pentingnya dukungan keluarga dan sahabat dalam proses transisinya. “Tanpa dorongan mereka, saya mungkin tidak berani mengambil risiko ini,” ujar ia. Ia berharap penampilannya dapat membuka peluang lebih luas bagi artis‑artis muda yang ingin mengeksplorasi bidang seni lain.
Film “Nobody Loves Kay” dijadwalkan tayang di bioskop nasional mulai akhir bulan ini. Penampilan Basboi menjadi sorotan utama, dan para penggemar musik serta penikmat film menantikan bagaimana ia menghidupkan karakter Dito di layar lebar.




