Frankenstein45.Com – 09 Juni 2026 | Badan Gizi Nasional (BGN) mengumumkan rencana penyesuaian program Makanan Bergizi (MBG) yang akan diterapkan mulai tahun 2026. Kebijakan baru ini menekankan bahwa bantuan MBG akan difokuskan pada sekolah yang benar‑benar membutuhkan intervensi gizi, sementara sekolah yang tergolong kaya tidak lagi menjadi prioritas.
Berikut adalah kriteria utama yang akan dipakai BGN untuk menentukan kelayakan:
- Rata‑rata pendapatan keluarga siswa melebihi batas ambang yang ditetapkan pemerintah.
- Prevalensi stunting dan wasting di bawah 5 % pada siswa kelas 1‑6.
- Skor Indeks Gizi Sekolah (IGS) berada pada kuartil atas.
Target jumlah penerima MBG pada tahun 2026 direncanakan sebagai berikut:
| Tahun | Jumlah Sekolah Penerima | Jumlah Siswa |
|---|---|---|
| 2024 | 1.200 | 180.000 |
| 2025 | 950 | 142.500 |
| 2026 | 750 | 112.500 |
Penurunan jumlah penerima ini diharapkan dapat mengalokasikan anggaran secara lebih efektif, meningkatkan kualitas gizi bagi anak‑anak yang paling rentan, serta mengurangi pemborosan sumber daya pada institusi yang sudah memiliki cukup akses nutrisi.
BGN menegaskan bahwa proses penyaringan ulang akan bersifat transparan dan melibatkan pihak ketiga independen untuk memastikan tidak terjadi diskriminasi. Seluruh data dan hasil evaluasi akan dipublikasikan secara berkala melalui portal resmi kementerian.
Dengan kebijakan ini, diharapkan tingkat kekurangan gizi di Indonesia dapat menurun secara signifikan, sekaligus memberikan kesempatan bagi daerah‑daerah dengan kebutuhan paling mendesak untuk mendapatkan dukungan yang tepat.




