Frankenstein45.Com – 24 April 2026 | Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengumumkan langkah strategis untuk mengatasi krisis kekeringan yang melanda wilayah tersebut. Dalam upaya menjamin pasokan air bersih bagi masyarakat, BPBD menyiapkan dua mobil tangki serta 12 unit tandon air “mobile” yang siap didistribusikan ke titik‑titik kritis.
Kekeringan yang terjadi sejak awal tahun ini telah menurunkan muka air tanah dan mengganggu aktivitas pertanian serta kebutuhan rumah tangga. Pemerintah daerah bersama BPBD berkoordinasi dengan Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, dan lembaga terkait untuk menyalurkan air secara tepat sasaran.
Berikut rincian fasilitas yang akan digunakan:
- 2 mobil tangki berkapasitas masing-masing 10.000 liter.
- 12 tandon air “mobile” berkapasitas 5.000 liter per unit, dilengkapi pompa listrik dan selang distribusi.
- Lokasi penempatan: Balai Desa, sekolah, dan posko pengungsian yang teridentifikasi paling membutuhkan.
Untuk mempermudah penyaluran, BPBD menyusun jadwal rotasi harian yang menargetkan distribusi air selama 8 jam per hari. Setiap tandon akan melayani sekitar 200 kepala keluarga, dengan estimasi total 2.400 keluarga yang akan terlayani dalam satu siklus distribusi.
| Fasilitas | Kapasitas (liter) | Jumlah Unit | Total Kapasitas (liter) |
|---|---|---|---|
| Mobil Tangki | 10.000 | 2 | 20.000 |
| Tandon “mobile” | 5.000 | 12 | 60.000 |
Ketua BPBD Kudus, Bapak Ahmad Suryadi, menekankan pentingnya kerjasama masyarakat dalam menjaga kebersihan dan keamanan area penampungan air. “Kami berharap dengan adanya tandon air mobile ini, kebutuhan air bersih dapat terpenuhi sementara upaya pemulihan sumber air jangka panjang sedang berjalan,” ujarnya.
Selain distribusi air, BPBD juga melakukan edukasi tentang penggunaan air secara efisien dan memantau kualitas air secara rutin. Diharapkan langkah ini dapat meredakan beban masyarakat hingga musim hujan kembali mengisi kembali cadangan air di wilayah Kudus.




