Frankenstein45.Com – 24 April 2026 | Harga minyak dunia kembali menunjukkan tekanan kuat pada perdagangan Jumat, 24 April 2026, ketika Brent dan WTI menembus level USD106 per barel. Lonjakan ini dipicu oleh kebuntuan dalam negosiasi kembali antara Amerika Serikat dan Iran, yang meningkatkan kekhawatiran pasar akan potensi konflik di kawasan Timur Tengah.
Negosiasi yang semula dijadwalkan untuk mengurangi ketegangan setelah serangkaian sanksi ekonomi terhadap Iran mengalami kemacetan. Kedua belah pihak belum mencapai kesepakatan mengenai pencabutan sanksi dan rencana penarikan pasukan, sehingga spekulasi tentang kemungkinan eskalasi militer kembali menguat.
Berikut beberapa faktor utama yang mendorong kenaikan harga:
- Ketegangan geopolitik yang meningkat di wilayah Teluk Persia.
- Pencabutan sebagian sanksi oleh Amerika Serikat yang dianggap belum selesai.
- Permintaan global yang tetap kuat menjelang musim panas.
- Gangguan pasokan dari beberapa ladang minyak di Timur Tengah akibat ancaman serangan.
Analisis pasar menunjukkan bahwa jika negosiasi tidak menemukan titik temu dalam beberapa minggu ke depan, harga minyak dapat melanjutkan tren naik dan menembus level psikologis USD110 per barel. Sebaliknya, upaya diplomatik yang berhasil menurunkan ketegangan dapat menstabilkan harga dalam jangka pendek.
Para pelaku pasar juga memperhatikan data inventori minyak mentah Amerika Serikat yang dirilis pada hari yang sama. Stok penurunan sebesar 2,5 juta barel memperkuat sentimen bullish, meski ada penurunan produksi di beberapa wilayah produsen utama.
Secara keseluruhan, situasi geopolitik dan dinamika pasar energi menunjukkan bahwa volatilitas harga minyak tetap tinggi. Investor dan konsumen diharapkan untuk terus memantau perkembangan negosiasi AS-Iran serta laporan pasokan global untuk mengantisipasi pergerakan harga selanjutnya.




