Buka Rakernis Slog Polri, Kapolri Fokus Tingkatkan Peralatan Pengamanan Personel
Buka Rakernis Slog Polri, Kapolri Fokus Tingkatkan Peralatan Pengamanan Personel

Buka Rakernis Slog Polri, Kapolri Fokus Tingkatkan Peralatan Pengamanan Personel

Frankenstein45.Com – 12 Mei 2026 | JAKARTA – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo membuka rangkaian kegiatan Rangkaian Kegiatan Nasional (Rakernis) SLOG Polri pada Senin, 26 Mei 2024. Acara ini menandai komitmen Polri untuk meningkatkan kualitas perlengkapan pengamanan bagi personelnya di seluruh wilayah Indonesia.

Dalam sambutannya, Kapolri menekankan pentingnya modernisasi peralatan demi menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks, termasuk ancaman berbasis senjata tradisional maupun teknologi tinggi. Ia menegaskan bahwa peningkatan perlengkapan tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga pada efisiensi operasional dan keselamatan personel.

Berbagai jenis perlengkapan baru akan segera disebarluaskan, antara lain:

  • Rompi anti‑panah berbahan kevlar yang dirancang untuk menahan benturan dan proyektil berkecepatan rendah.
  • Kendaraan listrik ramah lingkungan yang dilengkapi sistem komunikasi canggih, guna mengurangi jejak karbon dan meningkatkan mobilitas di daerah perkotaan.
  • Alat pengamanan konflik, seperti peluncur semprotan air bertekanan tinggi, perisai ringan, serta sistem deteksi dini berbasis sensor.
  • Perlengkapan taktis tambahan, termasuk helm balistik, sarung tangan anti‑gores, dan tas taktis modular.

Untuk memastikan distribusi yang merata, Polri membentuk tim khusus yang akan mengkoordinasikan pengadaan, pelatihan, serta pemeliharaan peralatan di masing‑masing satuan wilayah. Tim ini juga akan menyiapkan modul pelatihan daring dan luring agar personel dapat menguasai penggunaan perangkat baru secara cepat dan tepat.

Selain pengadaan material, Kapolri menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Ia mengumumkan program pelatihan intensif selama enam bulan yang mencakup simulasi situasi konflik, teknik penanganan kendaraan listrik, serta prosedur evakuasi darurat.

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kemampuan Polri dalam menjaga ketertiban dan keamanan, sekaligus menurunkan tingkat kecelakaan kerja di kalangan aparat kepolisian.

Dengan fokus pada modernisasi peralatan dan peningkatan kompetensi personel, Polri bertekad menjadikan diri sebagai institusi keamanan yang adaptif, responsif, dan berkelanjutan.