Bupati Banyumas: Lengger Bicara 2026 Jadi Ruang Dialog dan Pelestarian Budaya
Bupati Banyumas: Lengger Bicara 2026 Jadi Ruang Dialog dan Pelestarian Budaya

Bupati Banyumas: Lengger Bicara 2026 Jadi Ruang Dialog dan Pelestarian Budaya

Frankenstein45.Com – 27 Juni 2026 | Dalam sambutan resmi yang disampaikan di Purwokerto, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menegaskan bahwa acara Banyumas Lengger Bicara 2026 tidak sekadar menjadi agenda hiburan seni tradisional, melainkan sebuah platform strategis untuk dialog antarwarga, pertukaran pengetahuan, dan pelestarian nilai‑budaya lokal.

Tujuan utama acara

  • Menjadi wadah dialog lintas generasi tentang isu‑isu sosial, ekonomi, dan budaya yang relevan dengan masyarakat Banyumas.
  • Mengangkat dan melestarikan kesenian tradisional seperti lengger, musik daerah, dan tarian khas Jawa Tengah.
  • Memberikan kesempatan belajar bagi seniman muda melalui workshop, kelas master, dan pertukaran pengalaman.
  • Mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga identitas budaya daerah.

Fitur-fitur penting yang dihadirkan

  1. Sesi Dialog Publik: Diskusi terbuka yang melibatkan akademisi, tokoh adat, dan warga untuk membahas tantangan pembangunan berkelanjutan.
  2. Workshop Seni dan Budaya: Pelatihan praktis dalam bidang tari lengger, gamelan, dan kerajinan tangan tradisional.
  3. Pameran Kearifan Lokal: Menampilkan hasil karya seniman lokal serta dokumentasi sejarah Banyumas.
  4. Penampilan Seni: Pertunjukan lengger yang memadukan elemen modern tanpa menghilangkan esensi tradisional.

Bupati Sadewo menambahkan bahwa melalui rangkaian acara ini, diharapkan tercipta sinergi antara pemerintah, lembaga kebudayaan, dan masyarakat untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap warisan budaya. Ia juga mengajak generasi muda untuk berperan aktif, tidak hanya sebagai penonton, melainkan sebagai pelaku kreatif yang dapat mengadaptasi tradisi ke dalam konteks kontemporer.

Selain menonjolkan nilai kebudayaan, Lengger Bicara 2026 juga dijadikan arena edukatif dengan menghadirkan narasumber dari bidang pendidikan, ekonomi kreatif, dan lingkungan. Tujuannya adalah memberi wawasan luas mengenai bagaimana budaya dapat menjadi motor penggerak pembangunan daerah yang inklusif.

Dengan menegaskan peran strategis acara ini, Bupati berharap Lengger Bicara 2026 dapat menjadi model bagi daerah lain dalam mengintegrasikan seni, dialog, dan pelestarian budaya sebagai bagian tak terpisahkan dari agenda pembangunan.