Frankenstein45.Com – 27 Juni 2026 | Raja Charles III mencatat sejarah baru bagi monarki Britania Raya dengan menjadi penguasa pertama yang secara terbuka menyampaikan besaran pajak pribadi yang dibayarkannya kepada publik. Pengumuman tersebut disampaikan oleh Istana Buckingham pada Kamis, 26 Juni 2024.
Dalam pernyataan resmi, istana menyebutkan bahwa Raja Charles III membayar pajak penghasilan pribadi sebesar sekitar £1,2 juta (sekitar Rp 210 miliar) untuk tahun fiskal terakhir. Angka tersebut mencerminkan pendapatan pribadi sang raja yang berasal dari portofolio investasi, properti, serta pendapatan lain di luar dana resmi Kerajaan.
Berikut poin‑poin penting terkait pengungkapan pajak tersebut:
- Transparansi Keuangan: Pengungkapan ini menandai langkah signifikan dalam meningkatkan keterbukaan monarki terhadap publik, sejalan dengan harapan masyarakat akan akuntabilitas pejabat publik.
- Perbandingan Historis: Sebelumnya, raja‑raja Inggris tidak pernah mengumumkan rincian pajak pribadi mereka. Pengungkapan Charles III menjadi titik tolak pertama dalam sejarah monarki modern.
- Pengaruh Kebijakan: Keputusan ini dapat memicu diskusi tentang reformasi keuangan kerajaan dan potensi penyesuaian peran monarki dalam sistem perpajakan Inggris.
Untuk memberi gambaran lebih jelas, berikut tabel perkiraan pendapatan dan pajak yang dibayarkan oleh Raja Charles III pada tahun fiskal terakhir:
| Komponen Pendapatan | Perkiraan Nilai (GBP) |
|---|---|
| Investasi dan Dividen | £3,5 juta |
| Pendapatan Properti | £2,0 juta |
| Penghasilan Lain | £0,8 juta |
| Total Pendapatan | £6,3 juta |
| Pajak Penghasilan yang Dibayar | £1,2 juta |
Pengungkapan ini mendapat sambutan beragam dari masyarakat dan pengamat politik. Sebagian pihak memuji langkah tersebut sebagai bentuk tanggung jawab dan integritas, sementara yang lain menilai masih ada ruang untuk transparansi lebih lanjut, terutama terkait sumber pendapatan yang belum sepenuhnya jelas.
Meski demikian, langkah Raja Charles III ini menjadi contoh penting bagi institusi tradisional lain di dunia yang tengah berupaya menyesuaikan diri dengan tuntutan era digital dan keterbukaan publik.




