Frankenstein45.Com – 03 Juni 2026 | Dadan Hindayana, mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), mengeluarkan pernyataan resmi setelah Presiden Prabowo Subianto mencabutnya dari jabatan pada awal bulan ini.
Dalam konferensi pers yang diadakan di kantor BGN, Hindayana menyampaikan rasa terkejut dan kekecewaannya. Ia menegaskan bahwa tidak pernah terbayang baginya akan menjadi bagian dari “Kabinet Merah Putih”, sebuah istilah yang sering dipakai untuk menyebut kabinet presiden berwarna merah dan putih.
“Saya tidak pernah membayangkan diri saya akan dimasukkan ke dalam struktur kabinet yang dikelola oleh Presiden Prabowo. Tugas saya di BGN adalah memastikan program gizi nasional berjalan efektif, bukan terlibat dalam politik kabinet,” ujar Hindayana.
- Penunjukan Hindayana sebagai Kepala BGN pertama kali dilakukan pada tahun 2024 oleh Presiden Joko Widodo.
- Penggantiannya diumumkan secara mendadak oleh Presiden Prabowo dalam rapat kabinet, tanpa penjelasan rinci.
- Hindayana menolak spekulasi bahwa pencopotan tersebut berkaitan dengan kebijakan gizi yang kontroversial.
Hindayana menambahkan bahwa ia akan tetap berkontribusi pada upaya peningkatan gizi nasional, baik melalui peran profesional maupun kerja sama dengan lembaga terkait. Ia berharap kebijakan gizi tetap menjadi prioritas tanpa terpengaruh oleh dinamika politik.
Reaksi publik di media sosial beragam, ada yang mendukung keputusan Presiden Prabowo, sementara yang lain menilai pencopotan tersebut sebagai langkah politis yang tidak transparan.




