Detik-detik Ustaz Abdul Somad Diadang Warga di Kutai Barat, Ceramahnya Diragukan
Detik-detik Ustaz Abdul Somad Diadang Warga di Kutai Barat, Ceramahnya Diragukan

Detik-detik Ustaz Abdul Somad Diadang Warga di Kutai Barat, Ceramahnya Diragukan

Frankenstein45.Com – 06 Juli 2026 | Kutai Barat, Kalimantan Timur – Kedatangan Ustaz Abdul Somad (UAS) di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, pada Jumat (3/7/2026) diadang oleh sejumlah orang. Momen rombongan UAS diadang ini viral di media sosial. Saat itu, iring-iringan mobil UAS baru saja keluar dari Bandara Melalan. Sejumlah petugas dari TNI dan Polri tampak mengawal rombongan mobil UAS. Namun terlihat sekelompok orang berupaya menghentikan iring-iringan. Mereka mengkhawatirkan kedatangan UAS ke Kutai Barat dapat merusak tolerasi beragama. Adapun UAS ke Kutai Barat untuk mengisi acara Tablig Akbar di Islamic Centre Melak lalu safari dakwah di Ponpes Assalam.

Video aksi pengadangan itu beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat personel kepolisian dan TNI melakukan pengamanan terhadap iring-iringan kendaraan rombongan Ustaz Abdul Somad. Sempat terjadi ketegangan saat sejumlah massa mengadang laju kendaraan rombongan. Belakangan diketahui massa yang menolak berasal dari Gerakan Aksi Massa 1.000 Gong.

Baca juga:

Koordinator aksi, Erika Siluq, mengatakan mereka bukan mengadang UAS, namun ingin bertemu secara langsung untuk menyampaikan sesuatu hal. "Kami ingin bertemu langsung dengan Ustaz Abdul Somad untuk menyampaikan harapan agar ceramah yang disampaikan tidak memprovokasi ataupun memecah belah kerukunan umat beragama di Kutai Barat," kata Erika saat dikonfirmasi, Minggu (5/7).

Menurut Erika, kelompoknya sebelumnya telah menempuh jalur dialog dengan mengirimkan surat permohonan kepada pihak penyelenggara agar dapat bertemu langsung dengan Ustaz Abdul Somad. Namun, hingga hari kedatangannya, dialog tersebut disebut tidak pernah difasilitasi. "Sebelumnya kami sudah mengirimkan surat untuk meminta dialog dengan Ustaz Abdul Somad. Namun hingga kedatangannya, dialog tersebut tidak difasilitasi oleh pihak penyelenggara maupun kepolisian. Karena itu kami memutuskan datang ke bandara untuk menyampaikan aspirasi secara langsung," ujarnya.

Dalam pernyataan sikapnya, Gerakan Aksi Massa 1.000 Gong menyebut penolakan didasarkan pada penilaian mereka terhadap sejumlah materi ceramah Ustaz Abdul Somad yang dinilai berpotensi memunculkan perbedaan pandangan di tengah masyarakat. Kelompok tersebut juga menyatakan penolakan telah disampaikan sejak jauh hari melalui dialog yang difasilitasi Pemerintah Kabupaten Kutai Barat dan Polres Kutai Barat. Namun, menurut mereka, panitia tetap melanjutkan agenda menghadirkan Ustaz Abdul Somad sebagai penceramah.

Berikut adalah reaksi dari masyarakat setempat terhadap penolakan tersebut. "Kami tidak ingin Ustaz Abdul Somad hadir di sini karena kami khawatir ceramahnya akan memecah belah masyarakat," kata salah satu warga setempat.

Menanggapi aksi penolakan tersebut, Kasi Humas Polres Kutai Barat, Iptu Sukoco, mengatakan aksi penolakan berlangsung di gerbang keluar bandara saat UAS hendak melanjutkan perjalanan menuju Melak. Sekelompok orang yang mengatasnamakan Gerakan Pemuda Dayak menghadang iring-iringan kendaraan rombongan. "Benar ada sekelompok masyarakat yang mengatasnamakan warga Kutai Barat menyampaikan penolakan terhadap kehadiran UAS. Jumlahnya sekitar 20 sampai 25 orang," kata Sukoco saat dikonfirmasi detikKalimantan, Minggu (5/7/2026).

Baca juga:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Mereka menghentikan laju kendaraan rombongan dan bahkan beberapa di antaranya terlihat naik ke atas mobil meskipun lokasi telah dijaga aparat gabungan dari Polri dan TNI. Sukoco membenarkan video yang viral tersebut. Meski demikian, ia memastikan situasi dapat dikendalikan sehingga tetap berlangsung aman dan kondusif. Untuk mencegah gangguan terhadap UAS, aparat menerapkan strategi pengamanan dengan mengubah susunan kendaraan dalam iring-iringan. Mobil yang sempat dihentikan massa ternyata bukan kendaraan yang ditumpangi UAS, melainkan kendaraan pengawal.

"Seolah-olah UAS berada di mobil itu, padahal beliau sudah berada di kendaraan lain dan lebih dulu melintas. Saat mereka memeriksa kendaraan tersebut, ternyata UAS tidak ada di dalamnya," jelas Sukoco. Ia juga mengungkapkan bahwa sebelum kedatangan UAS, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersama tokoh adat, tokoh masyarakat, dan sejumlah pemangku kepentingan telah mengadakan rapat koordinasi. Dalam pertemuan tersebut seluruh pihak disebut telah menyepakati agenda kehadiran UAS di Kutai Barat.

Penolakan ini membuka sorotan dari berbagai pihak. Salah satunya adalah dari Ustaz Abdul Somad sendiri. "Saya tidak akan terpengaruh oleh penolakan ini. Saya akan terus menyampaikan pesan-pesan agama kepada masyarakat," kata Ustaz Abdul Somad.

Di akhirnya, kehadiran Ustaz Abdul Somad di Kutai Barat tetap berlangsung dengan aman. Mereka menyampaikan pesan-pesan agama kepada masyarakat dengan penuh kesabaran dan kebijaksanaan.