DPKP Kalsel Tingkatkan Pengendalian Hama Demi Stabilitas Produksi Padi
DPKP Kalsel Tingkatkan Pengendalian Hama Demi Stabilitas Produksi Padi

DPKP Kalsel Tingkatkan Pengendalian Hama Demi Stabilitas Produksi Padi

Frankenstein45.Com – 29 April 2026 | Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalimantan Selatan (DPKP Kalsel) memperkuat upaya pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) guna menjaga stabilitas produksi padi di provinsi tersebut. Kebijakan baru ini diambil setelah evaluasi intensif terhadap tingkat serangan hama pada fase tanam awal yang berpotensi menurunkan hasil panen.

Sejak awal musim tanam, tim Pengamat Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) diturunkan ke lapangan secara bertahap. Tim ini berfungsi memantau populasi hama, mengidentifikasi daerah rawan serangan, serta memberikan rekomendasi tindakan cepat kepada petani.

Strategi pengendalian yang diadopsi meliputi beberapa langkah utama:

  • Pemantauan rutin menggunakan jebakan dan inspeksi visual pada lahan padi.
  • Penerapan pestisida berbasis bahan aktif yang ramah lingkungan dan disesuaikan dengan ambang toleransi hama.
  • Penyuluhan intensif bagi petani mengenai teknik budidaya terpadu, rotasi tanaman, dan penggunaan varietas tahan hama.
  • Kerjasama dengan lembaga riset untuk pengembangan biopestisida lokal.

Berikut adalah ringkasan hama utama yang menjadi fokus DPKP Kalsel beserta metode pengendaliannya:

Hama Kerusakan Metode Pengendalian
Ulat Grayak (Helicoverpa armigera) Menyerang anakan padi hingga 30% penurunan hasil Penyemprotan insektisida selektif dan penggunaan varietas tahan
Wereng Sawah (Nilaparvata lugens) Penghisapan getah tanaman menyebabkan pertumbuhan terhambat Penggunaan pestisida sistemik serta rotasi tanaman dengan palawija
Ulat Penggerek Batang (Chilo partellus) Menggerek batang menyebabkan tanaman roboh Pengendalian biologis dengan Trichogramma spp. dan pengolahan lahan sebelum tanam

Dengan penerapan langkah‑langkah tersebut, DPKP Kalsel menargetkan penurunan intensitas serangan hama sebesar 40 % dibandingkan musim sebelumnya. Diharapkan pula produksi padi dapat tetap stabil atau meningkat, sehingga ketahanan pangan regional terjaga.