Frankenstein45.Com – 19 Juni 2026 | Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar koordinasi intensif untuk membahas langkah‑langkah strategis dalam memperkuat tata kelola Bursa Efek Indonesia (BEI). Pertemuan yang berlangsung pada tanggal … berlangsung di … dan dihadiri oleh Ketua DPR, pimpinan Komisi I, serta Direktur Utama OJK.
Dalam rapat tersebut, kedua pihak menegaskan pentingnya meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta perlindungan investor demi menumbuhkan kepercayaan pasar modal nasional. Beberapa poin utama yang disepakati antara lain:
- Peningkatan standar pelaporan keuangan perusahaan tercatat di BEI.
- Penerapan mekanisme pengawasan yang lebih ketat terhadap perusahaan publik.
- Pembaruan peraturan terkait tata kelola perusahaan (Corporate Governance) sesuai dengan best practice internasional.
- Penguatan peran regulator dalam mengawasi proses penawaran umum saham (IPO) dan penambahan modal.
- Pelatihan intensif bagi anggota dewan direksi dan komisaris mengenai kewajiban fiduciary.
OJK berkomitmen untuk mengeluarkan regulasi baru dalam kurun waktu enam bulan ke depan, sementara DPR akan mendukung legislasi yang diperlukan melalui pembahasan di Komisi I. Kedua institusi sepakat untuk melakukan evaluasi berkala tiap kuartal guna memantau implementasi kebijakan.
Penguatan tata kelola ini diharapkan dapat menurunkan risiko manipulasi pasar, meningkatkan likuiditas, serta menarik lebih banyak investasi asing. Analis pasar menilai bahwa reformasi ini akan memperkuat posisi BEI sebagai bursa terkemuka di kawasan Asia Tenggara.




